Pemkab Klaten Akan Memberikan 370 Ton Gabah Untuk Masyarakat

Pemkab Klaten Akan Memberikan 370 Ton Gabah Untuk Masyarakat

Pemerintahan Kabupaten Klaten, berencana menggulirkan bantuan pangan ke ratusan desa di Kabupaten Klaten dalam bentuk gabah. Bantuan tesebut memastikan kebutuhan pangan masyarakat ada itu khusus diberikan ke 370 lumbung desa di Klaten. Kabupaten Klaten terdapat 391 desa, hanya tetapi, 370 desa saja yang lumbung desanya aktif.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Klaten, Wahyu Prasetyo, menjelaskan bantuan direncanakan berupa gabah. Setiap desa akan mendapatkan bantuan sebanyak 1 ton gabah.

“Rencananya nanti memang di gabah karena proses penyimpanannya lebih mudah,” ujar Wahyu saat diwawancarai, Hari Minggu (19/7/2020).

Gabah untuk bantuan dibeli dari petani di wilayah masing-masing lumbung desa tersebut berada. Jika produksi padi di wilayah setempat tidak mencukupi kebutuhan lumbung desa, gabah bisa di beli dari petani wilayah lain di Kabupaten Klaten.

Baca Juga:  Pajak Hotel dan Restoran Turun Drastis, Dinas Pariwisata Solo Pesimis

Bergulirnya rencana tersebut menyusul pandemi Covid-19 yang belum diketahui hingga kapan berakhir. Selain itu, hal tersebut di lakukan karena kini keuangan desa sudah semakin menipis untuk penanganan Covid-19 terutama penyaluran bantuan langsung tunai (BLT).

Dengan persediaan pangan di lumbung desa, pemerintah dan warga desa di harapkan tidak kelimpungan ketika terjadi krisis pangan akibat pandemi Covid-19.

Wahyu menyampaikan rencana tersebut masih dalam pembahasan. Salah satunya soal sumber keuangan bantuan menggunakan belanja tak terduga (BTT) atau usulan anggaran melalui APBD perubahan 2020. Untuk sasaran bantuan gabah di Klaten, Wahyu menjelaskan bantuan akan diberikan kepada 370 lumbung desa dari total 391 desa di Klaten.

Baca Juga:  Rekomendasi PB IDI Kepada Pemerintah Untuk Vaksinasi Covid-19

“Ratusan lumbung pangan desa itu selama ini yang aktif,” lanjut Wahyu.

Ditemui beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Widiyanti, menyampaikan standing crop atau luas sawah yang sudah ditanami padi per akhir Juni lalu sekitar 26.600 hektare.

Dari jumlah tersebut potensi produksi diperkirakan bisa mencapai 80.000 ton beras pada Oktober 2020. Potensi produksi itu bisa tercapai selama tak ada halangan seperti hama. Sementara itu kebutuhan beras warga Kabupaten Klaten per bulan sekitar 10.545 ton.

“Dengan produksi seperti itu, sampai Desember pun insya Allah kebutuhan beras masih aman,” tutup Widiyanti.

Tags: , ,