Pemkot Resmi Larang Pemudik Masuk Solo Mulai 1 Mei

Pemkot Resmi Larang Pemudik Masuk Mulai 1 Mei

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melarang pemudik mengunjungi Solo mulai 1 Mei sampai 17 Mei 2021. Masyarakat yang nekat mudik ke Solo tanpa membawa dokumen berupa identitas dan hasil negatif tes swab PCR atau swab antigen bakal dikarantina selama lima hari.

Kebijakan tersebut dituangkan melalui Surat Edaran (SE) Nomor 067/1156 entang Perpanjangan PPKM Mikro dan Mengoptimalkan Peran Satgas Tingkat Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kota Solo tertanggal 19 April 2021.

Ahyani selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 Solo menyampaikan bahwa SE Wali Kota tersebut mulai disosialisasikan sejak hari Selasa (20/4/2021).

Ahyani menegaskan bahwa tidak ada masyarakat yang beralasan belum mengetahui aturan tersebut.

Pada hari Selasa (20/4/2021) kemarin, Ahyani menuturkan, “Jadi kita sudah menerapkan pelarangan mudik sebelum tanggal 6 Mei. Bukannya kita memperbolehkan curi start mudik, tapi justru ini sosialisasi agar masyarakat tahu ada prosedur karantina mudik di Solo”.

Dalam SE itu menyebutkan peniadaan mudik bagi masyarakat mulai 1-17 Mei kecuali bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan untuk kepentingan mendesak nonmudik.

Kepentingan mendesak tersebut antara lain, bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil dan kepentingan persalinan.

“Pelaku perjalanan ini harus memiliki print out surat izin perjalanan tertulis atau Surat lzin Keluar Masuk (SIKM) dan hasil tes swab PCR atau antigen maksimal dua hari sebelum dicek petugas,” ujarnya.

Adapun surat izin bagi pelaku perjalanan dinas harus ditandatangani pejabat setingkat eselon II.

Bagi pegawai swasta, surat izin harus ditandatangani langsung oleh pimpinan.

Sementara untuk pekerja informal dan nonpekerja harus membawa surat keterangan dari kepala desa atau kelurahan.

Surat dilengkapi dengan mencantumkan asal dan tujuan daerah beserta nomor telepon.

“Surat berlaku secara individual, berlaku untuk 1 kali perjalanan pergi-pulang lintas kota, kabupaten, provinsi atau negara. Surat bersifat wajib bagi pelaku perjalanan dewasa yang berusia 17 tahun ke atas,” jelas Ahyani.

Pelanggar aturan akan dikarantina selama 5 x 24 jam di rumah karantina Solo Technopark.

Bagi pemudik yang dinyatakan positif Covid-19 akan ditempatkan di asrama haji Donohudan maupun rumah sakit.

Tags: , ,