Pemkot Solo Imbau Faskes Soal Tarif Swab

Pemkot Solo Imbau Faskes Soal Tarif Swab

Melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK), Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengimbau kepada fasilitas layanan kesehatan untuk memasang tarif uji cepat antigen dan tes usap PCR sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Tidak hanya itu, Pemkot juga mendata warga ber-KTP Solo dan tinggal di Kota Solo yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Untuk selajutnya akan dilakukan tracing berdasar data dari rumah sakit (RS) dan laboratorium kesehatan.

Siti Wahyuningsih selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mengatakan bahwa semua hasil swab PCR dan uji cepat antigen yang terkonfirmasi positif terekam termasuk swab mandiri.

Dengan demikian, koordinasi antara RS dan laboratorium kesehatan pelaksanaan tracing bisa menjangkau ke rumah dari pasien Covid-19.

Baca Juga:  Turnamen Pramusim Liga 2 Siap Dibentuk, Apa Respon Persis Solo?

Ning sapaan akrab Kepala DKK itu menuturkan, “Yang hasilnya positif otomatis ter-record pemerintah by name. Ngapain harus disembunyikan kalau disembunyikan meracuni banyak orang. Kami menyasar ke alamat untuk melakukan tracing“.

Pihaknya juga mengklaim bahwa mengetahui kasus Covid-19 karyawan perusahaan swasta walaupun manajemen kantor tidak melaporkan kepada Pemkot Solo.

Sehingga tenaga kesehatan setempat melakukan tracing dan menyasar ke alamat warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut.

Menurutnya, layanan kesehatan banyak yang memberikan pelayanan uji cepat antigen dan swab PCR mandiri.

Dan pemerintah menetapkan tarif batas tertinggi untuk uji cepat antigen adalah Rp 250.000 dan tes usap PCR Rp 900.000.

Pihaknya juga menghimbau kepada semua pihak untuk memberikan pengawasan kepada fasilitas layanan kesehatan yang menerapkan tarif di atas batas tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga:  Gibran Jadi Wali Kota Solo, Selvi Ananda Akan Jabat 2 Posisi Penting

Ia mengingatkan situasi Covid-19 terkini bukan saatnya mencari untung melalui layanan uji cepat antigen maupun usap tenggorokan PCR.

Apalagi di tengah upaya memasifkan tracing oleh Pemkot Solo.

Ning menyampaikan, “Pantauan kami (harga atau tarif) masih terkontrol. Enggak seperti rapid antibodi di awal-awal dulu. Kalau ada yang melebihi batas tertinggi yang diatur akan kami panggil”.

Tags: , ,