Pemkot Solo Kembali Larang Anak-Anak Berwisata, Masuk Mal & Pasar

Pemkot Solo Kembali Larang Anak-Anak Berwisata, Masuk Mal & Pasar

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, FX Hadi Rudyatmo selaku Walikota Solo sempat memperbarui surat edaran atau SE tentang protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Surat edaran tersebut berlaku mulai hari Selasa (13/10/2020) pekan lalu.

Isi surat edaran tersebut yakni Wali Kota melonggarkan aturan dengan memperbolehkan anak-anak usia lima tahun ke atas bepergian ke tempat publik.

Seperti yang diketahui, sebelumnya anak-anak usia 13 tahun ke bawah tidak boleh bepergian ke tempat publik.

Adapun tempat publik yang dimaksud adalah pasar tradisional, toko modern, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, tempat wisata, dan tempat bermain.

Namun, kini surat edaran tersebut kembali dicabut oleh FX Hadi Rudyatmo.

Salah satu poin yang dicabut adalah batasan usia minimal mengunjungi pusat perbelanjaan, objek wisata, dan pasar tradisional.

Baca Juga:  Satgas Covid-19 Solo: Ada Pelaku Hajatan yang Bikin Aturan Sendiri!

Pada hari Jumat (23/10/2020) kemarin, Rudy sapaan akrab Wali Kota Solo itu, menuturkan, “Akan kami cabut (izin anak usia di atas 5 tahun masuk mal). Permintaan masyarakat dan pengusaha mal ternyata dampaknya nggak baik. Sebanyak 88 anak terpapar, padahal baru kami lepas (longgarkan) beberapa hari saja”.

Menurutnya, dampak buruk tersebut memiliki efek negatif terhadap dunia usaha.

Di sisi lain, juga dapat berpengaruh buruk terhadap anak-anak khusunya di Kota Solo.

Orang nomor satu di Solo itu memberi saran bagi anak-anak yang ingin mendatangi mal untuk mengalihkan ke kegiatan yang lain.

“Anak-anak yang mau ke mal lebih baik duitnya ditabung saja. Biar belajar menjadi orang yang cerdas betul,” tutur Rudy.

Sebagai pengganti aturan lama, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta.

Baca Juga:  FX Rudy Ingatkan Gibran Untuk Pertajam Data soal Stunting di Jelang Debat Kedua

Batasan baru bagi pengunjung mal akan kembali ke kebijakan lama, yakni minimal usia 15 tahun.

“Sudah, gitu aja, 15 tahun (yang boleh masuk mal). Mending diseneni wong waras (lebih baik dimarahi orang sehat) daripada diseneni wong loro (dimarahi orang sakit),” imbuhnya.

Sementara itu, Ahyani -Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Kota Surakarta- menyampaikan bahwa yang terkena Covid-19 memang didominasi remaja menuju dewasa. Secara spesifik, angka kasus Covid-19 yang menimpa anak-anak masih minim.

“Memang harus ada evaluasi. Kami lihat psikologisnya anak ketika berada di rumah terus. Setiap dua pekan kami lakukan evaluasi kebijakan,” tutupnya.

Tags: , ,