Pemkot Solo Pilih Ikut Perpanjang PPKM

Pemkot Solo Pilih Ikut Perpanjang PPKM

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan mengikuti instruksi terkait memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari.

Pemkot beralasan bahwa penyebaran wabah Covid-19 di kota Solo masih dirasa mengkhawatirkan.

Pada hari Kamis (21/1/2021) kemarin, Ahyani selaku Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Solo mengatakan, “Belum ada indikasi penurunan penyebaran wabah”.

Menurut data harian yang dimiliki, Ahyani menyebut bahwa angka penularan masih cukup tinggi.

Pada awal penerapan PPKM, jumlah kasus baru Covid-19 di Kota Solo mencapai ratusan orang tiap harinya.

Pihaknya mengakui jika dalam beberapa hari terakhir ini jumlah kasus baru tinggal mencapai puluhan orang tiap hari.

Tetapi ia menganggap bahwa angka tersebut masih cukup tinggi.

Baca Juga:  Pemilik Baru Persis Solo Mulai Terkuak, Siapa Dia?

“Setiap hari sekitar 4-5 orang meninggal”, ungkapnya.

Pihaknya berharap bahwa pengetatan yang dilakukan bisa menurunkan angka penularan maupun kematian.

Selain itu, ia juga mengakui bahwa PPKM yang diterapkan selama ini belum bisa membatasi mobilitas masyarakat.

Pasalnya, mobilitas tersebut terkait dengan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat.

“Kami hanya membatasi semampunya saja”, katanya.

Ahyani menginginkan bahwa perpanjangan PPKM itu juga akan diikuti oleh kesadaran masyarakat untuk lebih mematuhi protokol kesehatan.

“Tetap memakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan menghindari kerumunan”, tuturnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.

Ia mengaku akan tetap mengikuti keputusan tersebut. Namun, dia mengatakan akan tetap melakukan evaluasi PPKM yang telah dilaksanakan ini.

Baca Juga:  Seleksi CPNS Dan PPPK Solo Dibuka Maret-April

Rudy, sapaan akrabnya, menambahkan akan membuat surat edaran baru terkait PPKM.

Dalam menyusun SE baru, pihaknya akan turut mengundang pelaku usaha, baik warung makan, warung, restoran, angkringan dan tempat hiburan malam.

Menurut Rudy, pencegahan Covid-19 tetap harus dilaksanakan. Di sisi lain, ekonomi juga harus bergerak.

“Jangan sampai kita hanya terfokus pada penyebaran saja, namun ekonomi tidak kita kendalikan bahaya. Jadi dua-duanya harus kita tangani dengan kebijakan yang tentunya sesuai harapan pusat,” ungkap dia.

Tags: , ,