Pemkot Solo Terus Berupaya Pertahankan Lahan Sriwedari

Pemkot Solo Terus Berupaya Pertahankan Lahan Sriwedari

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan terus mempertahankan lahan Sriwedari yang terancam dieksekusi oleh pengadilan.

Mereka akan mencari bukti baru untuk melawan ahli waris Wiryodiningrat yang telah menangkan sengketa lahan tersebut.

Langkah mencari celah hukum itu menjadi salah satu pembahasan rapat yang dipimpin Wali Kota Gibran Rakabuming Raka, pada hari Kamis (18/3/2021).

Pada hari Kamis (18/3/2021) kemarin, Ahyani selaku Sekretaris Daerah Kota Solo menuturkan, “Kita tetap berupaya agar Sriwedari tetap menjadi asetnya Pemerintah Kota Surakarta”.

Untuk informasi, Pengadilan Negeri (PN) Surakarta memang telah menerbitkan penerapan eksekusi pengosongan tanah Sriwedari seluas 10 hektare. Eksekusi yang tertunda akibat Pandemi Covid-19 akan dilakukan menyusul telah diterbitkannya Penetapan Eksekusi Pengosongan No:10/PEN.PDT/EKS/2015/PN.Skt.Jo No:31/Pdt.G/2011/PN SKA Jo No: 87/Pdt/2012/PT.Smg Jo No: 3249-K/Pdt/2012 tanggal 21 Februari 2020 dari Pengadilan Negeri Surakarta.

Ahyani mengaku bahwa putusan pengadilan yang telah memenangkan ahli waris Wiryodiningrat atas tanah Sriwedari itu sudah berkekuatan hukum tetap.

“Memang sudah inkrah, tapi kan menunda itu kan bisa saja. Kalau kita punya alat bukti baru atau temuan baru, kan bisa dijadikan untuk itu”, ucap Ahyani.

Tetapi, ia berharap masih ada kesempatan untuk melakukan langkah hukum lain.

“Kami akan mencari bukti baru,” ujarnya.

Pemkot Solo juga akan melibatkan kejaksaan dalam melakukan upaya hukum untuk mempertahankan lahan seluas 10 hektar itu.

Seperti yang diketahui, sengketa lahan antara Pemkot Solo dengan ahli waris Wiryodiningrat itu sudah berjalan hingga lebih dari empat dekade.

Ahli waris menggugat Pemkot Solo yang dianggap menguasai lahan itu tanpa hak.

Lahan Sriwedari sendiri merupakan aset yang sangat strategis. Selain lokasinya di tengah kota, terdapat sejumlah bangunan bersejarah yang ada di lahan tersebut.

Beberapa diantaranya adalah Gedung Wayang Orang, Museum Radya Pustaka serta Stadion Sriwedari yang merupakan tempat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) I.

Tags: , ,