Pengangguran di Karanganyar Capai Puluhan Ribu Orang

Pengangguran di Karanganyar Capai Puluhan Ribu Orang

Dampak dari pandemi Covid-19 saat ini diklaim telah melahirkan sebanyak 3.000 pengangguran baru di Karanganyar.

Jumlah tersebut awalnya adalah pegawai, tetapi dirumahkan oleh 17 perusahaan yang mempekerjakan mereka.

Pada hari Minggu (31/1/2021) kemarin, Martadi selaku Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM Karanganyar menuturkan, “Sebelum pandemi sudah terdata 15 ribu pengangguran. Setelah masuk pandemi, tambah 3.000 lagi yang dirumahkan perusahaannya. Totalnya sekarang 18.000 pengangguran”.

Martadi juga menyampaikan bahwa jumlah tersebut terhitung tinggi dan mengkhawatirkan.

Terkait masalah pengentasan pengangguran sedang dicari solusi terbaik. Saat ini, pihaknya sedang menyempurnakan konsep pusat pengembangan keterampilan atau skill development center (SDC).

Untuk informasi, sejak 2020, Pemkab Karanganyar telah membentuk tim SDC yang terdiri dari Bappeda, BPS, Disdagnakerkop UMKM, Disdukcapil dan OPD lainnya.

Baca Juga:  PPKM Mikro Diperpanjang Lagi Hingga 8 Maret 2021

Tim tersebut menjadi wadah para pemangku kepentingan (stakeholders) di daerah dalam rangka mengatasi permasalahan ketenagakerjaan.

“Rencananya membuat pelatihan sesuai lokus-lokus. Kami sudah menggandeng 11 workplace. Misalnya untuk kursus menjahit, keahlian berbahasa asing dan sebagainya. Disiapkan jika nantinya luar negeri membuka lowongan bagi tenaga kerja lokal,” jelasnya.

Guna mendukungnya, anggaran yang diusulkan untuk kegiatan SDC mencapai Rp1,6 miliar. Sumbernya dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Sementara itu, Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disdagnakerkop UMKM, Herawati mengatakan jumlah pegawai yang dirumahkan selama pandemi Covid-19 fluktuatif.

Data terakhir menunjukkan 17 perusahaan merumahkan sampai 3.000 karyawannya. Terkait pengangguran, sebenarnya angkatan kerja memiliki potensi namun enggan bekerja karena belum menemukan pekerjaan sesuai yang diinginkan.

Tags: , ,