Pengeroyokan 2 Pelajar Mojogedang, Polisi Tetapkan 5 Pelaku Jadi Tersangka

Pengeroyokan 2 Pelajar Mojogedang, Polisi Tetapkan 5 Pelaku Jadi Tersangka

Seperti yang telah diberitakan, pada hari Minggu (4/10/2020) dini hari lalu, lima pelaku pengeroyokan dua pelajar asal Mojogedang, Karanganyar ditetapkan sebagai tersangka dan mereka terancam hukuman yakni penjara sekitar tiga tahun.

Pada hari Rabu (7/10/2020) kemarin, Kompol Busroni -Wakapolres Karanganyar- menjelaskan, “Lima orang kami tetapkan tersangka. Khusus untuk satu orang tersangka kami menggunakan diversi untuk menyelesaikan perkara. Pertimbangan kami, pelaku anak. Mereka itu diamankan di rumah masing-masing dan tidak ada perlawanan”.

Lima pelaku tersebut yakni WAN, 20, warga Kecamatan Karanganyar dan tiga warga Mojogedang, yaitu DAP, 23; HTT, 23; dan AEP, 20.

Empat dari lima orang pelaku itu dihadirkan saat Polres Karanganyar menggelar pers rilis di Aula Jananuraga Polres Karanganyar. Sementara satu pelaku lainnya tidak dihadirkan karena masih di bawah umur, adalah PRS, 16 yang bersangkutan tercatat sebagai warga Kecamatan Mojogedang.

Baca Juga:  Pesan KPK di Hari Sumpah Pemuda

Polisi menjerat empat pelaku menggunakan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 76C juncto Pasal 80 Undang-Undang No.23/2002 tentang Perlindungan Anak. Pasal 170 KUHP mengancam pelaku dengan hukuman sembilan tahun penjara. Pasal 76C junto Pasal 80 mengancam pelaku dengan hukuman tiga tahun dan enam bulan penjara.

Wakapolres menambahkan, “Sementara kami dalami mengarah kepada lima orang itu. Kami memeriksa 17 orang saksi. Seharusnya mereka tidak gampang terprovokasi. Ujungnya menyesal”.

Untuk informasi, kronologi peristiwa pengeroyokan itu bermula saat pelaku sedang menongkrong di tepi jalan. Sementara korban dan rekan-rekannya melintas setelah menghadiri kegiatan tertentu.

Polisi menyebut bahwa pelaku dan korban diduga terkait kelompok perguruan silat tertentu di Karanganyar. Tiba-tiba pelaku mengeroyok dua korban, SA, 17, dan YU, 16, bersama teman-temannya.

Baca Juga:  Jokowi Terbitkan Prepres Supervisi Terkait KPK

Insiden tersebut dipicu dari informasi yang beredar di grup Whatsapp dan tidak bisa dipastikan kebenarannya.

Busroni menjelaskan, “Intinya beredar informasi bahwa salah satu perguruan silat menjelekkan perguruan silat lain. Anggota perguruan silat itu dipukul dan dikeroyok. Padahal informasi itu tidak benar. Mereka ini terprovokasi”.

“Rekan korban itu berhasil melarikan diri. Nah dua korban itu tertinggal. Pelaku berhasil mengejar dan memepet korban. Mereka (korban) dikeroyok. Jadi tidak direncanakan mau mengeroyok. Pas kebetulan lewat lalu tersulut (emosi),” imbuhnya.

Incoming search terms:

  • pengeroyokan mojogedang
Tags: , ,