Penghapusan Rapid Test Peserta Simulasi PTM SMP Tengah Dikaji Pemkot Solo

Penghapusan Rapid Test Peserta Simulasi PTM SMP Tengah Dikaji Pemkot Solo

Terkait simulasi pembelajaran tatap muka atau PTM, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tengah mempertimbangkan penghapusan rapid test deteksi Covid-19 bagi siswa SMP beserta guru dan karyawan.

Salah satu alasannya yakni mengenai masalah biaya yang sangat besar untuk mendanai proses tersebut.

Pelaksanaan simulasi PTM SMP tahap I pada Senin (2/11/2020) hingga Jumat (13/11/2020) diakhiri dengan rapid test kedua di sekolah-sekolah penyelenggara.

Sekolah-sekolah yang ikut dalam simulasi PTM tersebut yakni SMPN 4, SMP Al Azhar Syifa Budi, dan MTs Negeri.

Seperti yang diketahui, sebelumnya rapid test juga dilakukan sehari menjelang simulasi PTM yang diikuti total oleh 211 guru/karyawan dan 227 siswa.

Dan rapid test kedua pada tahap I ini juga diikuti oleh siswa SMP calon peserta simulasi PTM tahap II yang dalam catatan Dinas Pendidikan (Disdik) Solo sebanyak 239 siswa.

Baca Juga:  Optimis Menang di Pilkada Solo, Gibran Mulai Serahkan Bisnis Ke Kaesang

Etty Retnowati selaku Kepala Disdik Solo berharap semua hasil uji cepat ini non reaktif, baik itu peserta tahap I dan calon peserta tahap II November.

Pada hari Jumat (13/11/2020) kemarin, Etty menuturkan, “Harapan kami tentu semua hasilnya non reaktif. Sehingga simulasi PTM berikutnya pada November ini (dengan peserta berbeda) bisa berlanjut. Karena pendidikan harus diteruskan”.

Untuk informasi, jila tidak ada peserta PTM yang reaktif dan simulasi PTM akan berjalan lancar, dalam arti siswa sudah patuh dengan protokol kesehatan, Disdik berencana pada bulan Desember akan melakukan perluasan.

Perluasan yang dimaksud adalah dapat berupa penambahan jam belajar dan jumlah peserta penyelenggara simulasi PTM, bahkan hingga perluasan ke sekolah yang lain.

Baca Juga:  Kampus Unisri Lockdown Lantaran Ada Karyawan Yang Positif Covid-19

Namun semakin banyak peserta simulasi PTM SMP itu artinya maka semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan oleh Pemkot Solo termasuk untuk proses rapid test.

Etty menjelaskan, “Kalau pelaksanaan ini berikutnya lancar, simulasi PTM bisa kami perluas. Ini berarti bertambah pula siswa yang ikut. Tentunya kalau harus rapid test semuanya biayanya akan sangat besar. Sehingga ada pertimbangan rapid test nantinya ditiadakan”.

Ia menambahkan bahwa mengenai hal tersebut akan bergantung kepada keputusan Satgas Penanganan Covid-19 dan kebijakan Wali Kota yakni FX Hadi Rudyatmo.

Tags: , ,