Pengungsi dan Relawan Merapi Mulai Dites Swab

Pengungsi dan Relawan Merapi Mulai Dites Swab

Pada hari Jumat (13/11) kemarin, tim kesehatan mulai melakukan swab tes terhadap para pengungsi di barak pengungsian di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang.

Jainu -Kaur Perencanaan Pemdes Balerante- menuturkan, “Ada tes swab untuk para relawan dan pengungsi sebanyak 25 orang. Rinciannya bagaimana, saya kurang tahu. Tapi tes swab ini dilakukan secara acak”.

Jainu juga menambahkan bahwa tes swab yang dilaksanakan itu bagian dari identifikasi terhadap pengungsi maupun relawan.

Termasuk adalah pencegahan persebaran Covid-19 di barak pengungsian erupsi Gunung Merapi.

Tes swab tersebut diperlukan untuk memastikan apakah ada yang terpapar Covid-19 atau tidak.

Jainur menegaskan, “Jangan sampai di pengungsian tercipta klaster baru persebaran Covid-19”.

Baca Juga:  Antisipasi Erupsi Merapi, DPUPR Boyolali : Kondisi Jalur Evakuasi Sudah Bagus

Sementara itu, salah seorang relawan di barak pengungsian Balerante, Suparno menjelaskan bahwa ada 12 relawan yang menjalani tes swab. Ia juga mengaku bahwa dirinya juga termasuk yang dites swab.

Suparno mengatakan, “Ya, tadi saya tes swab. Apalagi kami memiliki beberapa tugas seperti melakukan evakuasi ternak. Termasuk sering ke barak pengungsian sehingga cenderung memiliki potensi (untuk terpapar)”.

Pada awalnya memang ada kekhawatiran dari para relawan untuk menjalani tes swab.

Namun, Suparno tetap menyambut positif karena mobilitas pergerakan ke barak pengungsian di Balerante cukup tinggi.

Ia menjelaskan, “Usai tes swab setidaknya membuat kami tenang, meskipun belum diketahui hasilnya”.

Di sisi lain, Sip Anwar -Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten- menyampaikan bahwa pihaknya belum mengetahui pasti siapa saja yang akan menjalani pemeriksaan tes swab di barak pengungsian.

Baca Juga:  Satgas Covid-19 Solo Ancam Tutup Mall Bila Tak Taat Prokes

Namun, Anwar menjelaskan bahwa sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten yakni Cahyono Widodo.

Anwar mengatakan, “Kepala dinas bilang ke saya setidaknya dalam sehari bisa melaksanakan tes swab hingga 40 orang. Tetapi kan kami tidak bisa memaksakan kehendak. Meski tes swab ini gratis”.

Selain itu, pihaknya juga terus mendorong agar tetap menerapkan protokol kesehatan di barak pengungsian. Seperti menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan menjaga jarak.

Tags: , ,