Pengungsi Merapi Butuh Selimut dan Logistik Balita

Pengungsi Merapi Butuh Selimut dan Logistik Balita

Di masing-masing tempat evakuasi sementara (TES) di Desa Tegalmulyo dan Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, sejumlah kebutuhan pengungsi belum bisa dipenuhi.

Seperti di Desa Tegalmulyo, kebutuhan logistik berupa makanan untuk balita belum terpenuhi.

Pada hari Senin (9/11/2020) kemarin, Purnomo selaku Koordinator Relawan PMI mengatakan, “Kalau kekurangan untuk malam hari itu kebutuhan logistik makanan bagi balita. Kami tidak punya stok untuk balita. Menu pengungsi pun terbatas paling hanya nasi, mi, dan telur goreng. Khusus untuk balita belum ada”.

Purnomo menjelaskan bahwa sampai kemarin belum ada suplai logistik bagi balita dari pemkab maupun pihak ketiga.

Pihaknya berharap ke depan logistik bagi balita juga menjadi perhatian dari seluruh pihak.

Hal tersebut mengingat belum diketahui sampai kapan warga dari kawasan rawan bencana (KRB) III meliputi Dusun Canguk, Pajegan dan Sumur selalu tidur malam di barak pengungsian.

Baca Juga:  Kapolresta Solo Ungkap Motif Penembakan Mobil Pemilik Duniatex

Purnomo menambahkan, “Kebutuhan pengungsi lain terkait selimut. Para pengungsi setelah dari barak pengungsian malah kondisinya pada masuk angin. Soalnya kondisinya dingin, tapi yang menjadi alas tidur hanya tikar saja”.

Purnomo mengakui, aula desa yang menjadi barak pengungsian memang sedikit terbuka sehingga hawa dingin sangat terasa. Dengan begitu, selimut bagi pengungsi juga sangat dibutuhkan ketika hendak tidur.

Di sisi lain, kebutuhan mengenai lauk pauk dan sayur mayur bagi para pengungsi juga dirasakan masih kurang.

Sejak hari Minggu (9/11/2020) lalu, Pemerintah Desa Balerante telah mendorong BPBD Klaten agar bisa menyuplai kebutuhan lauk pauk dan sayur mayur.

Purnomo menuturkan, “Kami masih ada kekurangan sayur-mayur dan lauk-pauk. Yang dikirim baru beras, mi instan, kemudian minyak goreng, gula, dan teh. Tadi sudah konfirmasi ke BPBD untuk sayur mayurnya akan didorong ke atas (Balerante)”.

Baca Juga:  Banyak Petani Tak Punya Kartu Tani, Pupuk Subsidi di Karanganyar Sisa Banyak

Sementara itu, Endang H.S. -Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)- menjelaskan bahwa untuk sementara BPBD belum berani memberikan logistik bagi balita, mengingat masing-masing balita memiliki kebutuhan yang berbeda.

Ditambah saat ini sifatnya masih evakuasi mandiri. Jadi hanya malam hari warga mengungsi, sementara pagi hingga sore mereka tetap beraktivitas di rumah masing-masing.

Endang menjelaskan, “Tapi ke depan kami akan koordinasi dengan dinkes (dinas kesehatan) terkait kebutuhan balita di masing-masing lokasi pengungsian. Sambil menunggu penetapan status darurat dari pelaksana tugas bupati. Saat ini suratnya sudah kami ajukan”.