Penjelasan Detail, Gunung Merapi Di Tingkat Waspada Level 2

Penjelasan Detail, Gunung Merapi Di Tingkat Waspada Level 2

Setekah dikabarkan menggembung, aktivitas kegempaan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah-DIY terpantau melandai sepekan terakhir.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas kegempaan Gunung Merapi pada pekan ketiga Juli 2020 atau sepanjang pekan ini lebih rendah jika dibandingkan pekan sebelumnya.

BPPTKG menyebut Gunung Merapi pada hari Jumat (24/7/2020) masih berada di tingkat waspada level 2.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, mengatakan tidak ada perubahan morfologi kubah berdasarkan pengamatan dari arah tenggara, tepatnya dari stasiun Deles 3, Kamis (23/7/2020).

Selama sepekan ini, BPPTKG mencatat terjadi 13 kali gempa embusan dan 12 kali gempa vulkanik dangkal. Selain hal tersebut, terjadi 55 kali gempa fase banyak, empat kali gempa low frekuensi, 28 kali gempa guguran, dan 20 kali gempa tektonik.

Baca Juga:  Hong Artha Didakwa Suap Anggota DPR dan Kepala BPJN IX

Berdasarkan angka tersebut, Hanik mengatakan aktivitas kegempaan Gunung Merapi sepekan ini lebih rendah jika dibandingkan data pada laporan kegempaan Gunung Merapi periode 10 hingga 16 Juli 2020.

“Intensitas kegempaan pada minggu ini relatif lebih rendah,” ujarnya saat diwawancarai. hari Jumat (24/07/2020).

Sementara hal tersebut, kubah lava Gunung Merapi juga dilaporkan dalam kondisi stabil. Lewat pengukuran electronic distance measurement atau EDM terhadap deformasi Merapi. Hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi pemendekan jarak tunjam kurang lebih 1 cm.

Kendati aktivitas kegempaan Gunung Merapi relatif rendah, Hanik tetap mengimbau masyarakat waspada, terutama masyarakat di desa lereng Gunung Merapi.

Saat ini potensi bahaya masih tetap ada, terutama berupa awan panas yang berasal dari runtuhnya kubah lava serta lontaran material dari letusan eksplosif.

Baca Juga:  APBD Triliunan Tersimpan di Bank, Mendagri Singgung Kepentingan Pengusaha

Radius bahaya juga tetap sama yakni tiga kilometer dari puncak gunung. Selebihnya dari jarak itu, masyarakat dapat menjalani aktivitas secara normal.

Sebelumnya diberitakan, pembengkakan pada bagian perut Merapi terjadi karena adanya kandungan magma yang berlimpah. Dalam sehari pembengkakan Gunung Merapi terpantau 0,5 sentimeter (cm). Hingga Kamis (16/7/2020), pembengkakan mencapai 14 cm.

“Pembengkakan perut Merapi terjadi rata-rata 0,5 cm per hari. Kategori ini masih cukup aman. Sejak 22 Juni sampai sekarang pembengkakan terjadi hanya 14 cm,” ujar Yulianto, petugas pos pantau Gunung Merapi di Babadan, Magelang.

Tags: , ,