Pensiun, FX Rudy Enggan Mencari Proyek Pemerintah

Pensiun, FX Rudy Enggan Mencari Proyek Pemerintah

Seperti yang diketahui, FX Hadi Rudyatmo telah lepas jabatan sebagai Wali Kota Solo pada hari Rabu (17/2/2021) lalu.

Posisi Wali Kota Solo akan di ganti oleh Gibran Rakabuming Raka dan pasangannya yakni Teguh Prakoso menjadi Wakil Wali Kota Solo.

Pilkada yang digelar di Kota Solo pada 9 Desember lalu berhasil dimenangkan oleh pasangan Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa yang unggul cukup telak. Pasangan yang bernomor urut 01 itu berhasil memperoleh kemenangan sebesar 86,5 persen dalam suara pemilihan.

Setelah pensiun, kini, Rudy, sapaan akrabnya itu kembali beraktivitas menekuni usaha bengkel las.

Usaha itu dirintis bersama salah satu kawannya sejak sebelum menjabat sebagai wali kota.

Baca Juga:  Selvi Ananda Bicara Soal Menjadi Ketua PKK Solo

Rudy mengakui bahwa usaha bengkel lasnya cukup ramai. Dia menerima pesanan beraneka barang.

Pada hari Jumat (19/2/2021) kemarin, Rudy menuturkan, Ada yang minta dibuatkan tangki boiler, conveyor, mesin pengaduk hingga teralis besi”.

Untuk memenuhi pesanan tersebut, pihaknya mempekerjakan sekitar 10 karyawan. Kebanyakan pesanan berasal dari kawan-kawan maupun pabrik yang ada di sekitar bengkelnya. Bengkel las tersebut berada tidak jauh dari rumah kediaman politisi PDI Perjuangan.

Ia juga mengakui bahwa tidak merasa canggung kembali bekerja di bengkel.

Ia beralasan bahwa aktivitas tersebut sudah pernah digelutinya sejak belum menjadi pejabat.

“Yang penting halal,” tegasnya.

Meski operasional bengkel bergantung pada pesanan, namun, Rudy mengaku enggan untuk mengerjakan proyek pemerintah. Sebenarnya, Rudy memiliki peluang untuk mengikuti tender proyek pemerintah.

Baca Juga:  Gibran Jadi Wali Kota Solo, Selvi Ananda Akan Jabat 2 Posisi Penting

“Lebih baik nggak lah, memenuhi pesanan dari swasta saja sudah kerepotan,” ujarnya.

Rudy juga bercerita, bahwa pengalaman mengelas diperolehnya saat bersekolah di Sekolah Teknik Menengah (STM) yang sekarang dikenal dengan nama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kemampuannya tersebut semakin terasah saat dia bekerja sebagai teknisi di PT Konimex.

“Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama bekerja di Konimex,” terangnya.

Bukan hanya mengelas, di perusahaan tersebut dia juga mampu mengoperasikan mesin bubut.

Tags: , ,