Penutupan Objek Wisata dan Ruang Publik di Wonogiri Bisa Diperpanjang

Penutupan Objek Wisata dan Ruang Publik di Wonogiri Bisa Diperpanjang

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menutup seluruh objek wisata di Wonogiri mulai 24 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

Pemkab juga meliburkan pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri mulai 23 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021.

Sehubungan dengan hal tersebut, penutupan ruang publik dan objek wisata pada Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Wonogiri bisa diperpanjang jika kabupaten ini masih masuk zona merah persebaran Covid-19.

Joko Sutopo selaku Bupati Wonogiri menyampaikan bahwa Pemkab bersama Satgas Penanganan Covid-19 Wonogiri akan melakukan evaluasi penutupan objek wisata dan ruang publik (Alun-alun) selama libur Nataru.

Hal ini sebagai upaya untuk menentukan apakah objek wisata dan ruang publik akan kembali dibuka atau dilanjutkan penutupannya.

Jekek sapaan akrab Bupati Wonogiri itu mengatakan, “Untuk sementara atau pertama kebijakan penutupan obyek wisata dan ruang publik saat Nataru saja. Nanti kami evaluasi, jika Wonogiri masih zona merah bisa kami perpanjang penutupannya”.

Baca Juga:  PPKM Sebagian Jawa-Bali Akan Diperpanjang 2 Pekan

Menurutnya, keputusan diperpanjang atau tidaknya penutupan didasarkan pada statistik visual yang dipaparkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri.

Tidak hanya itu, epidemiologi kasus Covid-19 juga akan dipertimbangkan.

Jekek menambahkan, “Pada prinsipnya pemerintah akan konsisten dengan kebijakan yang dikeluarkan. Nanti data dan persebaran kasus akan terpantau. Itu yang akan kami jadikan acuan kebijakan”.

Menurutnya, kebijakan yang dikeluarkan Pemkab berkala dan beraturan.

Setiap kebijakan yang sudah ada akan selalu dievaluasi. Jika ada kebijakan baru maka akan disampaikan atau disosialisasikan kepada yang bersangkutan.

Jekek menjelaskan, “Kebijakan kami berkala. Yang terpenting sosialisasi kepada para pengelola objek wisata dan PKL tidak mendadak. Kalau satu, dua hari buka dan ditutup lagi malah bermasalah. Kami pertimbangkan matang baru diputuskan”.

Baca Juga:  Dinas Kesehatan Solo Siapkan Penyuntikan Vaksin Dosis Kedua

Bila penutupan objek wisata dan ruang publik diperpanjang, Jekek akan mengirimkan surat perpanjangan kepada para pengelola objek wisata dan PKL.

Terkait penyebab Wonogiri masuk zona merah, Jekek menyebut bahwa salah satunya adalah karena angka kematian yang cukup tinggi.

“Penularannya tidak terlalu banyak, namun tingkat kematiannya tinggi. Rata-rata dari perantauan, sampai di Wonogiri kondisinya sudah parah. Dirawat di sini satu hingga dua hari kemudian meninggal dunia”, katanya.

Jika melihat pada data website resmi Satuan Tugas Penangan Covid-19 Nasional, pada hari Minggu (3/1/2021) kemarin, Wonogiri masih masuk zona merah dalam peta zona resiko persebaran Covid-19.

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Wonogiri berjumlah 1.355 orang dengan kasus aktif sebanyak 99 kasus.

Jumlah tersebut terinci sebagai berikut: 61 dirawat, 38 isolasi mandiri, 1.198 sembuh, dan 58 meninggal.

Tags: , ,