Penyidik Terima Suap, Ketua KPK Firli Bahuri Minta Maaf

Penyidik Terima Suap, Ketua KPK Firli Bahuri Minta Maaf

Akibat ulah penyidiknya yakni Stepanus Robin Pattuju, yang diduga menerima suap Rp 1,5 miliar dari Wali Kota Tanjungbalai, Firli Bahuri selaku Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta maaf kepada masyarakat.

Untuk informasi, suap yang diberikan kepada penyidik KPK tersebut diduga agar KPK menghentikan penyidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai.

Pada hari Kamis (22/4/2021) kemarin, Firli mengatakan, “KPK memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas terjadinya dugaan penerimaan hadiah atau janji yang dilakukan oleh oknum penyidik KPK”.

Firli menambahkan, “Perilaku ini sangat tidak mencerminkan sikap pegawai KPK yang harus menjunjung tinggi kejujuran dan profesionalitas dalam menjalankan tugasnya”.

Selain itu, Firli juga meminta kepada semua pihak apabila ada oknum yang menjanjikan penghentian penyidikan dengan sejumlah iming-iming agar segera dilaporkan kepada KPK.

“Masyarakat yang ingin mengonfirmasi atau melaporkan perihal tersebut dapat menghubungi KPK melalui Call Center 198 atau e-mail [email protected]”, ujarnya.

Seperti yang diketahui, penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan pengacara Maskur Husain diduga menerima suap dari Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Pemberian suap itu dimaksudkan agar kasus yang dialami M Syahrial terkait penyidikan kasus yang diusut KPK di Pemerintah Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, dihentikan.

Ketiganya kini ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap penerimaan hadiah atau janji terkait oleh penyelenggara negara dalam penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai 2020-2021.

Tags: , ,