Penyidikan Kasus Pembangunan Kampus IPDN, KPK Kembali Periksa Satu Saksi

Penyidikan Kasus Pembangunan Kampus IPDN, KPK Kembali Periksa Satu Saksi

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini dijadwalkan memeriksa seorang saksi Djoko Prabowo, seorang karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia.

Djoko diperiksa dalam penyidikan kasus korupsi pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) Tahun Anggaran (TA) 2011.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Djoko dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dana Purwoko (DP). Tersangka Dana Purwoko sebelumnya diketahui merupakan Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

“Yang bersangkutan (Djoko Prabowo) dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka DP (Dana Purwoko),” kata Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Sebelummya, pada 10 Oktober 2018, penyidik KPK telah mengumumkan tiga (3) orang sebagai tersangka kasus korupsi dalam pembangunan 2 Gedung IPDN, masing-masing di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dan di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Penyidik KPK sebelumnya telah memproses kasus perkara dugaan korupsi pada pembangunan 2 Gedung IPDN, masing-masing di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) dan Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Baca Juga:  KPK Eksekusi Terpidana Suap Proyek Infrastruktur Dinas PUPR Pemkab Sidoarjo

Kasus ini berawal saat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Sekretariat Jenderal Kemendagri Tahun 2011 dijabat oleh Dudy Jocom (DJ).

Dudy melalui kenalannya diduga telah menghubungi beberapa kontraktor kemudian memberitahukan akan ada proyek pembangunan Gedung IPDN.

Kemudian dilakukan pertemuan di sebuah cafe di Jakarta, salah satunya membahas kesepakatan sebelum lelang dilakukan. Mereka kemudian menyetujui pembagian pekerjaan dalam proyek tersebut.

Sejumlah perusahaan konstruksi kemudian dilibatkan dalam proyek tersebut, masing-masing PT Waskita Karya untuk proyek Gedung IPDN di Sulawesi Selatan dan PT Adhi Karya untuk proyek Gedung IPDN di Sulawesi Utara.
KPK menduga Dudy Jocom dan kawan-kawan kemudian meminta “commitment fee” sebesar 7 persen.

Kemudian pada September 2011, pemenang lelang ditetapkan sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Selanjutnya Dudy bersama sejumlah kontraktor pemenang lelang tender proyek kemudian menandatangani kontrak proyek.

Berikutnya pada Desember 2011, meskipun pekerjaan belum selesai, Dudy meminta pembuatan berita acara serah terima pekerjaan 100 persen untuk proyek IPDN Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara agar anggaran dana dapat segera dibayarkan.

Baca Juga:  KPK Periksa Saksi Staf PT Bajra Bumi Nusantara Untuk Tersangka Desi Arryani

KPK telah menetapkan sejumlah tersangka terkait proyek pembangunan Gedung IPDN Sulawesi Selatan di Kabupaten Gowa Tahun Anggaran 2011. Kedua tersangka tersebut adalah Dudy Jocom dan Adi Wibawo (AW) sebagai Kepala Divisi Gedung atau Kepala Divisi I PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Sementara pada kasus kedua terkait pembangunan IPDN Sulawesi Utara di Kabupaten Minahasa Tahun Anggaran 2011 juga ditetapkan dua tersangka, yakni Dudy Jocom dan Dono Purwoko.

Dari kedua proyek tersebut, diduga negara mengalami kerugian total sekurangnya Rp 21 miliar yang dihitung dari kekurangan volume pekerjaan pada dua proyek tersebut.

Dengan rincian proyek pembangunan Kampus IPDN di Sulawesi Selatan sekitar Rp11,18 miliar dan proyek pembangunan Kampus IPDN di Sulawesi Utara sekitar Rp 9,378 miliar.

Tags: , ,