Penyobek Al Quran Di Sukoharjo Derita Gangguan Jiwa

Penyobek Al Quran Di Sukoharjo Derita Gangguan Jiwa

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pada hari Senin (5/10/2020) malam lalu, seorang perempuan diduga telah merobek Alquran di Masjid Al Huda di RT 002/ RW 0d04 Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo.

Pada hari Selasa (6/10/2020) menjelang Subuh kejadian penyobekan tersebut baru diketahui. Tak selang lama setelah laporan masuk, pihak kepolisian berhasil mengamankan pelaku .

Perempuan asal Klaten pelaku penyobekan Alquran di masjid Al Huda tersebut ternyata alami gangguan jiwa.

Perempuan yang bernama Eni Sholikatun dan berusia 49 tahun tersebut sejak 25 tahun lalu mengalami gangguan kejiwaan. Diketahui yang bersangkutan telah meninggalkan rumah sejak tiga pekan lalu dan pihak keluarga tidak tahu keberadaannya.

Hal tersebut dijelaskan oleh pihak keluarga Eni. Adik perempuan penyobek Alquran tersebut, Erni Megawati, menjelaskan bahwa sang kakak, Eni Sholikatun, mengalami gangguan kejiwaan sejak puluhan tahun silam. Kakaknya bahkan tak hanya sekali membuat heboh karena kondisi kejiwaannya yang terganggu itu.

Baca Juga:  KPU Sragen Sebut Karena Takut Rapid Test, Warga Enggan Daftar KPPS

Pada hari Rabu (7/10/2020) kemarin di Mapolres Sukoharjo, Krismiyati, kerabat Eni yang lain, menuturkan, “Mbak Eni pernah wudho (tanpa baju) jalan-jalan di bypass (jalan cepat) di Klaten”.

Selama ini Eni hidup bersama Erni Megawati di Klaten. Dia dikembalikan ke keluarga oleh suaminya sejak mengalami sakit kejiwaan pada 25 tahun lalu.

Yang bersangkutan memiliki seorang anak yang kini hidup bersama suaminya di Temanggung. Eni pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Soedjarwadi Klaten.

Tetapi, karena terkendala faktor ekonomi dari pihak keluarga, yang bersangkutan tak lagi mendapatkan pengobatan untuk mengatasi masalah kejiwaannya. Hingga akhirnya Eni diketahui menghilang dari rumah sejak tiga pekan lalu.

Baca Juga:  Kasus E-KTP, KPK Periksa Eks Dirut PNRI

Krismiyati menuturkan, “Kami sekeluarga kaget saat mendengar kabar Mbak Eni ditangkap polisi karena menyobek Alquran. Kami benar-benar meminta maaf atas kejadian itu dan memang mbak Eni mengalami gangguan kejiwaan”.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kasus ini sesuai proses hukum. Tetapi, dia memastikan bahwa kondisi saudaranya tersebut memang mengalami gangguan kejiwaan sejak puluhan tahun silam.

Krismiyati juga menyatakan, “Kami memohon maaf telah membuat keributan di Klaten dan Sukoharjo”.

Tags: , ,