Per 30 Juni 2020 Status KLB Covid-19 Sragen Dicabut

Per 30 Juni 2020 Status KLB Covid-19 Sragen Dicabut

Lantaran kasus positif Covid-19 yang mulai menurun, status KLB di Sragen dicabut mulai besok. Pencabutan KLB tersebut juga mempertimbangkan kasus positif Covid-19 di Sragen yang persebarannya hanya 0,02% dengan angka kematian 2%.

Pencabutan status KLB Covid-19 di Sragen dibarengi terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) tentang Kenormalan Baru atau New Normal. Penjelasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen.

Seusai rapat pada hari Senin (19/6/2020) ini Tatag Prabawanto (Sekda Sragen) menjelaskan, “Kami mengevaluasi kondisi Sragen setelah keluar SE (Surat Edaran) tentang New Normal sejak Rabu (10/6/2020) lalu. Hasilnya memang kami melihat tingkat kesadaran masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan masih rendah”.

Dengan demikian, status KLB Covid-19 di Sragen resmi dicabut per 30 Juni 2020. Tatanan kehidupan selama new normal diberlakukan sesuai Perbup yang memuat sejumlah sanksi sosial bagi warga yang melanggar.

Baca Juga:  Di Dalam Rumah Risiko Tertular Corona 10 Kali Lebih Tinggi

Tatag menambahkan, “Mulai besok [Selasa, 30/6/2020], kami mengeluarkan Perbup tentang New Normal yang di dalamnya terdapat sanksi-sanksi sosial, seperti kerja sosial di tempat publik, tempat ibadah, atau tempat lainnya. Selain itu, kami juga mencabut masa berlakunya KLB Covid-19 di Sragen per 30 Juni besok. Setelah itu kami memedomani Perpres tentang Bencana Non Alam,”.

Sampai saat ini, Pemkab Sragen terus menggelar rapid test massal yang mayoritas hasilnya non-reaktif. Tatag berharap dalam waktu dekat Sragen yang sekarang zona kuning bisa menuju zona hijau.

Meski sudah mulai menerapkan new normal, tingkat kesadaran masyarakat dalam menaati protokol kesehatan masih rendah. Tetapi, Tatag menilai imunitas warga Sragen cukup baik. Buktinya ada orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 yang sudah lanjut usia bisa sembuh tanpa perawatan khusus.

Baca Juga:  Tak Berizin dan Berkerumun, Lomba Mobile Legends di Solo Dibubarkan

“Angka kesembuhan kasus Covid-19 juga tinggi sampai 76% dan hari ini (kemarin) bertambah satu pasien sembuh. Sehingga jumlah kasus sembuh bertambah menjadi 39 orang atau 78%. Angka pasien dalam pengawasan (PDP) juga turun. Kasus transmisi lokal hanya 6% selebihnya merupakan kasus impor, seperti dari Gowa, Temboro, Pasar Kobong, dan pelaku perjalanan,” ujarnya.

Tags: , , ,