Perantara Suap Eks Bupati Kepulauan Talaud Dieksekusi KPK ke Sukamiskin

Perantara Suap Eks Bupati Kepulauan Talaud Dieksekusi KPK ke Sukamiskin

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengeksekusi atau memindahkan lokasi penahanan atas nama terpidana Benhur Lalenoh ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Yang bersangkutan (Benhur Lalenoh) sebelumnya diketahui merupakan pihak perantara penerima suap untuk terpidana Sri Wahyumi Maria Manalip, mantan Bupati Kepulauan Talaud (Sulawesi Utara).

“Jaksa Eksekusi KPK Josep Wisnu Sigit dan Dormian, Kamis (15/10) telah melaksanakan putusan MA RI No.2275 K/Pid.Sus/2020 tanggal 6 Agustus 2020 Jo Putusan PT DKI No.7/Pid.Sus-TPK/2020/PT.DKI tanggal 2 Maret 2020 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat No.91/Pid.Sus/TPK/2019/PN.Jkt.Pst tanggal 9 Desember 2019,” kata Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/10/2020).

“Eksekusi atas nama terpidana Benhur Lalenoh dengan cara memasukkan (menjebloskan) yang bersangkutan ke Lapas Klas I Sukamiskin untuk menjalani pidana badan selama 4 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan,” jelasnya.

Baca Juga:  Dalami Kasus Eks Bupati Lampung Tengah, KPK Panggil 8 Saksi

Menurut Ali, terpidana Benhur sebelumnya telah dinyatakan bersalah melakukan perbuataan melawan hukum yaitu Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) secara bersama-sama dan berlanjut sebagai perantara suap untuk terpidana Sri Wahyumi.

“Yang bersangkutan (Benhur Lalenoh) diwajibkan membayar pidana denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan,” terangnya.

Sementara itu sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta telah menjatuhkan vonis terhadap Benhur 4 tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan pada 9 Desember 2019.

Sedangkan putusan itu sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang meminta agar Benhur divonis 4 tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Baca Juga:  KPK Periksa Eks Anggota DPRD Sumatera Utara Syamsu Hilal

Vonis tersebut berdasarkan dakwaan pertama pasal 12 huruf a UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya, terpidana Sri Wahyumi dinyatakan telah terbukti bersalah karena menerima barang-barang dari pengusaha Bernard Hanafi Kalalo melalui Benhur agar memenangkan Bernard dalam lelang pekerjaan revitalisasi Pasar Lirung senilai Rp 2,965 miliar dan pekerjaan revitalisasi Pasar Beo seniai Rp2,818 miliar Tahun Anggaran 2019.

Tags: , ,