Peredaran Narkoba Solo Masih Peringkat Kedua di Jateng

Peredaran Narkoba Solo Masih Peringkat Kedua di Jateng

Dalam hal peredaran dan penyalahgunaan narkoba, Kota Solo masih menduduki peringkat kedua tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.

Pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika terkendala pandemi Covid-19.

Sebagai informasi, fakta tersebut muncul dalam rapat koordinasi Tim Terpadu pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di Kompleks Balai Kota, Solo pada hari Selasa (20/4/2021) kemarin.

Indradi selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Solo menyampaikan bahwa jumlah peredaran narkoba Kota Solo hanya lebih rendah dari Semarang.

Indradi mengatakan, “Upaya pencegahan setiap daerah ada Tim Terpadu P4GN. Jadi ada rencana aksi daerah terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba”.

Ia menyebut bahwa Kota Solo memiliki 19 organisasi perangkat daerah (OPD) dibantu sejumlah instansi, antara lain TNI/Polri untuk mendukung upaya tim terpadu dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga:  Digelar Hybrid dari Solo, IMF 2021 Usung Tema Kebhinekaan

Hal tersebut sesuai dengan program masing-masing instansi, antara lain yakni sosialisasi, rehabilitasi sosial, dan pelatihan.

Indradi juga menambahkan bahwa tantangan dalam menjalankan program pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba Solo selama pandemi Covid-19.

Terutama adanya refocusing anggaran untuk penanggulangan Covid-19. Juga pembatasan kegiatan sosial.

‚ÄúTapi bukan berarti tidak berjalan. Jalan dengan menyesuaikan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai data terperinci mengenai jumlah kasus peredaran narkoba di Solo, Indradi tidak menjelaskan secara gamblang, Ia hanya menyebut bahwa pihaknya akan meminta konfirmasi kepada Polresta Solo

Sementara itu, Ahyani selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo menerangkan bahwa banyaknya kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba karena Kota Solo adalah kota jasa, pariwisata, dan kota pusat hiburan.

Tags: , ,