Peserta BPJS Kesehatan Perlu Registrasi Ulang Per 1 November, Bagaimana Caranya?

Peserta BPJS Kesehatan Perlu Registrasi Ulang Per 1 November, Bagaimana Caranya?

Dalam rangka untuk menindaklanjuti rekomendasi KPK, hasil audit BPKP tahun buku 2018, dan hasil rapat bersama kementerian/lembaga.

BPJS Kesehatan menggelar Program Registrasi Ulang (GILANG) bagi sebagian peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN) dan Bukan Pekerja (BP).

BPJS Kesehatan juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pembaruan data apabila pada kartu KIS belum terisi data Nomor Induk Kependudukan (NIK), atau sudah terisi namun belum sesuai dengan KTP atau belum terdaftar di Dukcapil Kemendagri.

Hal tersebut merujuk pada Pasal 13 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan bahwa setiap penduduk wajib memiliki NIK.

Tidak hanya itu, hal ini juga merujuk pada Pasal 8 ayat 2 Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan bahwa Kartu Indonesia Sehat paling sedikit memuat nama dan nomor identitas peserta yang teregistrasi dengan NIK, kecuali untuk bayi baru lahir.

Baca Juga:  OTT KPK Kemensos, Mensos: Berpangkat Eselon 3

Lantas, bagaimana cara registrasi ulang?

Untuk diketahui, registrasi ulang ini dapat dilakukan mulai tanggal 1 November 2020.

M. Iqbal Anas Ma’ruf selaku Kepala Humas BPJS Kesehatan menerangkan bahwa registrasi ulang itu diperlukan karena sebagian data peserta belum dilengkapi dengan NIK.

Pihaknya juga menambahkan, bilamana peserta BPJS Kesehatan tidak melakukan registrasi ulang, maka kartunya akan dinonaktifkan untuk sementara.

Pada hari Sabtu (31/10/2020), Iqbal mengatakan, “Kartunya sementara belum bisa digunakan. Harus di-update KK/KTP”.

Menurutnya, tidak semua peserta BPJS Kesehatan registrasi ulang, tapi hanya peserta JKN-KIS segmen PPU PN dan BP yang belum ada data NIK-nya.

“Jumlahnya (yang perlu registrasi) tidak banyak. Jika bisa menunjukkan e-KTP untuk update, langsung aktif saat itu,” tuturnya.

Sebelum melakukan registrasi ulang, peserta JKN-KIS dapat mengecek status kepesertaannya lebih dulu melalui:

Baca Juga:  Masa Tenang Pilkada, Bawaslu Pusat Akan Lakukan Pengawasan Ketat

1. Aplikasi Mobile JKN

2. Layanan informasi Whatsapp (CHIKA) di nomor 08118750400

3. BPJS Kesehatan Care Center 1500 400

4. Petugas BPJS SATU! yang ada di rumah sakit

5. Aplikasi JAGA KPK

Cara registrasi ulang:

Adapun, cara registrasi ulang antara lain menghubungi:

1. Kantor cabang melalui layanan administrasi dengan WA (Pandawa) dengan menu pengaktifan kembali kartu

2. Petugas BPJS SATU! di RS

3. BPJS Kesehatan Care Center 1500 400

Iqbal menambahkan, “Jika sudah melaporkan pembaruan data, maka status kepesertaannya akan diaktifkan kembali dalam waktu maksimal 1×24 jam”.

Ia juga menuturkan, bahwa program ini bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah seperti PWRI, PEPABRI, TASPEN, dan ASABRI untuk ikut mendorong pesertanya mengecek status kepesertaan JKN-KIS dan melakukan registrasi ulang bagi yang dinonaktifkan sementara.

Tags: , ,