Pesona Bendungan Tirtonadi Jadi Wisata Baru Kota Bengawan

Selain menjadi kota wisata kuliner dan batik, Solo saat ini juga dikenal memiliki public space yang baru yang dirancang layaknya desain bangunan modern gaya internasional. Salah satunya adalah Bendungan Tirtonadi.

Sesuai  dengan namanya yang sama dengan nama terminal bus kota Solo, Bendungan Tirtonadi ini berlokasi tepat disebelah utara Terminal Tirtonadi. Tepatnya, jika turun dari bus di pintu utara Terminal Tirtonadi, langsung menyeberang Jl Ahmad Yani dan singkatnya akan langsung disuguhi pemandangan Bendungan Tirtonadi yang menawan.

Bendungan ini merupakan jalur pertemuan 2 anak sungai utama di Kota Solo,  yaitu Kali Gajah Putih dan Kali Pepe yang nantinya akan terhubung dengan sungai utama,yaitu Bengawan Solo. Bendungan yang dibangun untuk mengatasi permasalahan banjir di  Kota Solo ini dibangun dengan menggunakan sistem “bendung karet” yang jarang ditemui di bendungan lain.

Tepat  diatas bendungan, dibangun sebuah jembatan  yang materialnya hampir menggunakan kaca,baik di lantai, maupun di sisi kanan dan kiri pembatasnya. Desain atap jembatan juga dibuat cukup estetis dengan warna yang didominasi oleh biru.

Untuk menunjang keberadaanya sebagai destinasi wisata, maka bantaran sungai di sekitar bendungan dikondisikan menjadi jalur pedestrian atau jalur pejalan kaki yang rapi dan penuh dengan taman-taman menawan.

Bangku-bangku dan lampu juga diletakan di berbagai sudut lokasi. Bendungan ini juga dilengkapi dengan dermaga di kanan-kirinya, tujuannya ke depan untuk menunjang wisata air, mungkin seperti susur sungai dengan perahu. Selain itu hall of fame ala Hollywood juga dirancang di jalur pejalan kaki berupa gambar bintang yang terdapat nama-nama pesohor didalamnya

Baca Juga:  Nakes Puskesmas Manisrenggo Klaten Positif Covid-19

Setelah diremsikan pada tahun 2019 lalu, tempat ini menjelma menjadi pusat keramaian baru di Kota Bengawan. Setiap pagi dan sore, tempat ini dipenuhi dengan warga Solo dengan beragam  aktivitasnya. Karena tempatnya yang cukup indah, banyak yang berswafoto dengan mengambil sudut-sudut yang menarik.

Pembangunan Bendung Tirtonadi ini dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo/SNVT PJSA (Satuan Kerjan Non Vertikal Pelaksanaan Jaringan Sumber Air) dengan anggaran kurang lebih sebesar Rp189 miliar. Pengerjaannya dilakukan selama dua  tahun, dari 2016 hingga 2018.

Pembangunan ini memakan waktu cukup lama karena tidak hanya berfokus pada bangunan bendung itu sendiri, namun juga terdapat pekerjaan lain, yakni pembangunan jalur pedestrian di bantaran sungai.

Revitalisasi bantaran sungai juga memakan waktu yang lama karena terdapat kurang lebih 194 keluarga yang harus direlokasi karena mendirikan bangunan di bantaran sungai. Proses koordinasi dengan Pemerintah Kota Solo sangat membantu terlaksananya relokasi tersebut.

Sekarang operasional bendungan ini sudah diserahkan kepada Pemerintah Kota Solo, namun pencatatan asetnya masih berada di neraca SNVT PJSA Bengawan Solo, dengan kata lain bendungan ini merupakan Barang Milik Negara.

Baca Juga:  Parama Suteja, Mahasiswa Harvard Asal Solo dengan Beasiswa Penuh

Setahun semenjak diresmikan, Bendungan Tirtonadi ramai dikunjungi oleh masyarakat namun ternyata sebagian masyarakat kurang bisa menjaga kebersihan sehingga berakibat pada sampah yang banyak tercecer di sekitar taman hingga air sungai yang mulai keruh.

Seperti yang  diungkapkan  oleh Sena, seorang kepala keluarga dari Kartasura yang sering mengunjungi bendungan ini. Meskipun dirinya dan keluarga senang dengan suasana  yang diberikan bendungan, namun Sena agak terganggu dengan keruhnya sungai

“Harapannya sih pemerintah kota Solo bisa membersihkan sungainya yang keruh sehingga yang datang kesini makin senang.” Ungkap Sena saat ditemui  Soloraya.id, Minggu (13/09/2020)

Namun ada pula yang masih menikmati fasilitas yang dimiliki bendungan, salah satunya  Noval yang berasal dari komunitas skateboard di Solo. Noval mengaku bahwa Bendungan Tirtonadi ini memiliki spot yang sesuai  dengan kegiatan  rutinnya

Kemudian ada Suparno,  warga Kadipiro yang sudah dua tahun berjualan di area Bendungan Tirtonadi. Dirinya menilai bendungan Tirtonadi ini sangat bagus dan cocok untuk hiburan masyarakat Solo dan sekitarnya, selain itu dengan keberadaan public space ini bisa membantu perekonomian, khususnya para pedagang seperti dirinya

Tags: , ,