Petani Sragen Masih Nekat Gunakan Jebakan Tikus Listrik, PLN Ancam Akan Putus Jaringan

Petani Sragen Masih Nekat Gunakan Jebakan Tikus Listrik, PLN Ancam Akan Putus Jaringan

Terikait atas banyaknya jebakan tikus yang menggunakan aliran listrik dan membahahayakan orang, Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Sragen bersikap tegas.

Pompa submersible atau sibel dengan aliran listrik dari jaringan PLN itu merupakan pelanggaran atas pernyataan petani sendiri.

Pada hari Jumat (6/11/2020) lalu, Mahfud Sungadi -Manajer ULP PLN Sragen- menyampaikan bahwa pelanggaran atas pernyataan petani sendiri itu, PLN menyiapkan sanksi berupa pemutusan sementara jaringan listrik.

ULP PLN Sragen menyampaikan bahwa penindakan terhadap adanya jebakan tikus yang menggunakan aliran listrik itu menjadi wewenang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen dan pihak kepolisian.

Mahfud menegaskan bahwa PLN sudah mengimbau dan memperingatkan supaya penggunaan listrik hanya untuk menarik air dengan pompa sibel dari sumur dalam di sawah saja.

Pihaknya juga telah menyampaikan, para petani yang memasang jaringan listrik untuk sibel itu menyanggupi dengan membuat surat pernyataan kesanggupan tersebut.

Baca Juga:  Nekat Mudik Ke Solo Saat Libur Panjang, Siap-siap Dikarantina di Benteng Vastenburg

Mahfud mengatakan, “Nah, ketika sekarang terjadi penggunaan listrik untuk jebakan tikus itu berarti melanggar pernyataan yang dibuat petani sendiri. Konsekuensinya bisa diputus sementara jaringan listriknya. Kebanyakan petani tidak takut dengan aturan di PLN. Untuk ketegasan ketika ada pelanggaran ya ada di Pemkab dan kepolisian”.

Pihaknya juga bersiap untuk melakukan sosialisasi terkait dengan penggunaan listrik hanya untuk sibel supaya petani mau dengan kesadarannya mencabuti jebakan tikus yang beraliran listrik tersebut.

Mahfud melihat jebakan tikus yang beraliran listrik itu tidak semua menggunakan jaringan listrik PLN tetapi ada yang menggunakan genset.

Ia menjelaskan, “Data jaringan listrik persawahan di Sragen mencapai 8.000-an lokasi di wilayah ULP Sragen dan ULP Sumberlawang’.

Baca Juga:  Mengatasi Masalah Banjir, Cawali Bagyo Wahyono Usul Program Sungai Bawah Tanah

Sementara itu, Tatag Prabawanto -Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen- meminta PLN ikut pro aktif dalam mengecek penyalahgunaan listrik di persawahan yang digunakan untuk jebakan tikus.

Upaya tersebut dilakukan guna mengurangi jatuhnya korban baru karena jebakan tikus.

Tatag juga sudah meminta kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan Ketapang) Sragen untuk menerjunkan tim penyuluh pertanian lapangan (PPL) guna mengecek keberadaan jebakan tikus di wilayah kerjanya dan supaya petani pemiliknya untuk mencabut jebakan tikus berlistrik tersebut.

Tatag menuturkan, “Kemudian para pengurus gabungan kelompok tani supaya meminta bantuan obat tikus ke Distan Ketapang untuk membasmi tikus. Hal itu pula yang kami laporkan ke Laboratorium Hama Jawa Tengah. Sekarang tidak bisa bicara efektif kalau mematikan orang”.

Tags: , ,