PK Ditolak, Yulianto Si Pembunuh Berantai Kartasura Akan Dieksekusi Mati

PK Ditolak, Yulianto Si Pembunuh Berantai Kartasura Akan Dieksekusi Mati

Untuk informasi, Mahkamah Agung (MA) telah menolak peninjauan kembali Yulianto, yakni jagal Kartasura yang divonis mati di Pengadilan Negeri Sukoharjo 2011 lalu.

Terkait eksekusi hukuman mati, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo masih menunggu petunjuk dari Kejaksaan Agung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari website resmi MA pada hari Senin (9/11/2020), Ketua Majelis Hakim MA Sri Murwahyuni, dengan anggota H. Eddy Army dan Gazalba Saleh, menolak permohonan peninjauan kembali yang diajukan Yulianto.

Seperti yang diketahui, Yulianto adalah terpidana mati kasus pembunuhan berencana terhadap tujuh orang, termasuk salah satunya anggota TNI.

Yulianto divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo pada 2011.

Sejak itu, pihaknya melakukan upaya hukum mulai dari banding, kasasi, bahkan grasi ke presiden.

Namun upaya tersebut ditolak pada 2015 lalu. Terakhir, Yulianto mengajukan peninjauan kembali ke MA.

Atas ditolaknya PK ini, pihak kejaksaan belum melakukan eksekusi hukuman mati.

Haris Widiasmoro Atmojo selaku Kasi Intelijen menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu petunjuk dari Kejaksaan Agung (Kejagung).

Pada hari Rabu (14/4/2021), Haris menuturkan, “Nanti eksekusinya kami (Kejaksaan Negeri Sukoharjo). Saat ini masih menunggu petunjuk Kejagung”.

Menurutnya, terpidana mati Yulianto masih bisa mengajukan grasi lagi ke presiden.

Walaupun sebelumnya sudah pernah mengajukan itu ke Presiden Susilo Bambang Yudoyono, dan ditolak.

“Pada pemerintahan Presiden Jokowi belum pernah mengajukan PK. Kemungkinan bisa mengajukan lagi. Biasanya para terpidana mati melakukan upaya apapun dengan maksimal,” jelasnya.

Haris juga menambahkan bahwa pada saat eksekusi harus didampingi oleh jaksa dari Kejari Sukoharjo dan jaksanya yang nanti memastikan terpidana sudah mati atau belum.

Tags: , ,