Polemik Tanah Sriwedari, Rudy dan Gibran Diharapkan Terus Perjuangkan

Polemik Tanah Sriwedari, Rudy dan Gibran Diharapkan Terus Perjuangkan

Untuk informasi, sengketa tanah Sriwedari, Laweyan, Kota Solo, telah berjalan kurang lebih selama 47 tahun dan hingga kini juga selesai.

Perjalanan kasus tersebut setidaknya telah melewati tujuh pergantian Wali Kota.

Berawal dari Soemari Wongsopawiro, Hartomo, Imam Soetopo, Slamet Suryanto, Joko Widodo (Jokowi), FX Hadi Rudyatmo, hingga yang segera dilantik, Gibran Rakabuming Raka.

Putusan pengadilan memenangkan ahli waris RMT Wiryodiningrat yang mengklaim sebagai pemilik tanah yang dulunya merupakan Bonrojo Keraton Solo tersebut.

Pengadilan Negeri Solo pun telah mengeluarkan surat penetapan eksekusi tanah Sriwedari pada 21 Februari 2020 lalu.

Tetapi, hingga kini eksekusi belum terlaksana karena ada perlawanan dari banyak pihak.

Terutama yakni Pemkot Solo yang meyakini bahwa lahan Sriwedari merupakan tanah negara dan seharusnya digunakan untuk kepentingan umum.

Baca Juga:  PPKM Mikro Diperpanjang Lagi Hingga 8 Maret 2021

Pemkot Solo tidak hadir setiap diundang rapat membahas eksekusi lahan tersebut.

Hampir setahun berlalu sejak PN mengeluarkan surat penetapan eksekusi tersebut.

Sementara, FX Hadi Rudyatmo selaku Wali Kota Solo segera pensiun dan posisinya akan digantikan oleh Gibran Rakabuming Raka.

Suharsono selaku anggota Fraksi PDIP DPRD Solo adalah salah satunya orang yang mengawal dan sempat menangani sengketa tanah Sriwedari pada 1995/1996.

Pada hari Jumat (5/2/2021) kemarin, Suharsono mengatakan, “Setahu saya awal sengketa tanah Sriwedari tahun 1974. Saya sempat menangani sengketa ini tahun 1995/1996. Sejak zaman Pak Slamet Suryanto saya sudah backup itu”.

Pihaknya juga berharap meski nantinya tidak lagi menjabat sebagai Wali Kota Solo, FX Rudy tetap membantu memperjuangkan Sriwedari.

Baca Juga:  Polresta Solo Sita 47 Motor di Panularan Solo

Ia juga mengakui bahwa belum lama ini bertemu dengan Rudy untuk membahas nasib ke depan soal tanah Sriwedari.

“Meskipun nanti Pak Rudy purnatugas, tetap kami ajak untuk ikut mempertahankan tanah Sriwedari. Pak Rudy masih punya relasi, jaringan. Bila ada gugatan bisa bergabung bersama untuk mempertahankan Sriwedari,” jelasnya.

Ia juga berharap Gibran Rakabuming Raka setelah dilantik menjadi Wali Kota Solo bisa ikut membantu penyelesaian polemik tanah Sriwedari.

Tags: , ,