Polisi Akan Usut Pembuat dan Penyebar Hoaks Soal UU Cipta Kerja

Polisi Akan Usut Pembuat dan Penyebar Hoaks Soal UU Cipta Kerja

Undang-undang Cipta Kerja sudah disahkan oleh DPR pada hari Senin (5/10/2020) kemarin, namun unggahan yang bernada hoaks tentang undang-undang ini masih ramai di sosial media.

Untuk hal ini, Mabes Polri akan mengusut siapa saja pembuat dan penyebar hoaks terkait UU Cipta Kerja. Sebab hoaks tersebut dinilai dapat memperkeruh keadaan dan membenturkan antar kelompok.

Pada hari Rabu (7/10/2020) ini, Irjen Argo Yuwono -Kadiv Humas Polri- mengatakan, “Kita pasti usut”.

Polisi juga aktif melakukan kontra narasi terhadap isu hoaks dan berharap para pihak yang berkepentingan untuk tidak terpancing.

Seperti yang diketahui, hoaks yang beredar di sosial media di antaranya adalah uang pesangon yang dihilangkan. Padahal dalam ketentuan Pasal 156 Ayat (I) UU Cipta Kerja yang telah direvisi ditulis dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) pengusaha wajib membayar uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.

Baca Juga:  Kemendikbud Sebut 123 Mahasiswa Positif Covid-19 Pasca Demo UU Cipta Kerja

Hoaks lainnya adalah perusahaan yang dapat melakukan PHK kapan saja. Padahal perusahaan dilarang melakukan PHK kepada pekerja atau buruh dengan alasan berhalangan masuk kerja karena sakit menurut keterangan dokter selama waktu tidak melampaui 12 bulan secara terus menerus.

Mengenai Upah Minimum Provinsi (UMP), Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP), dan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) juga dinarasikan dihilangkan dalam hoaks UU Cipta Kerja. Padahal jika melihat Pasal 88C beleid tersebut, dijelaskan jika gubernur wajib menetapkan upah minimum provinsi berdasarkan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin juga meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi hoaks di media sosial, khususnya terkait isu Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker). Menurut Azis, publik sebaiknya dapat membaca secara utuh isi UU Ciptaker.

Baca Juga:  Demo Damai Dideklarasikan di Karanganyar, Namun Tolak UU Cipta Kerja Jalan Terus

Azis menyatakan konten-konten hoaks yang beredar di media sosial, pasti dibuat secara sengaja oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Pada hari Rabu (7/10/2020) ini Azis mengatakan, “Saya minta masyarakat dapat menyaring dan melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap informasi yang beredar, sehingga kita tidak mudah terhasut dengan informasi yang bohong atau hoaks“.

Tags: , ,