Polisi Identifikasi Otak Penggerak Kasus Swepping di Solo

Polisi Identifikasi Otak Penggerak Kasus Swepping di Solo

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polresta Solo berhasil menangkap satu orang pelaku kekerasan dan perusakan berinisial SDN alias Dipo yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada hari Minggu (28/2/2021).

Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku bahwa dirinya terlibat dalam peristiwa yang terjadi di Pos Kamling wilayah Danukusuman, Serengan, Solo, pada hari Kamis (11/2/2021) malam.

Dalam proses pemeriksaan pelaku mengaku memberikan informasi lokasi sasaran sweeping kepada kelompoknya. Setelah memberikan informasi, rekan-rekan pelaku mendatangi lokasi untuk merusak dan menganiaya.

Kini, pihak aparat mengaku telah mengidentifikasi aktor penggerak kasus kekerasan oleh gerombolan bersenjata tajam (bersajam) di Sondakan, Laweyan, dan Danukusuman, Serengan, Solo tersebut.

Aktor penggerak itu saat ini masih berstatus buron dan sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Satreskrim Polresta Solo.

Pada hari Kamis (18/3/2021) kemarin, Kombes Pol Ade Safri Simanjutak selaku Kapolresta Solo menyampaikan bahwa dari 14 pelaku kekerasan di Sondakan, Laweyan, polisi telah menangkap enam orang.

Sisanya yang delapan orang itu masih dalam DPO berinisial AH, I, G, R, dan empat orang teman dari empat buron itu.

Kapolresta juga menyatakan bahwa penyidik telah mengidentifikasi penggerak kasus kekerasan yakni berinisial Q.

Ade Safri mengatakan, “Masih kami tetapkan dalam DPO. Q berperan sebagai penggerak massa. Kami akan terus memburu mereka sampai kapan pun”.

Tidak hanya itu, Kapolresta juga mengungkapkan terkait perkembangan kasus kekerasaan oleh gerombolan bersajam di Danukusuman, Serengan, Solo.

Polisi mengidentifikasi ada sembilan pelaku perusakan dan penganiayaan di pos ronda tersebut.

Ade menjelaskan, empat orang telah ditangkap dan lima orang lain berstatus buron yakni C, D, I, V, dan K.

Pihaknya menyebut bahwa sembilan pelaku kekerasan di Danukusuman terbagi dalam tiga tugas yakni eksekutor, pemberi lokasi gambaran sweeping, dan tugas mengawasi lokasi saat para pelaku kekerasan beraksi.

“Kalau ada petugas datang, pelaku sudah memiliki pengawas. Tim Resmob masih memburu para pelaku. Ke depan tidak ada kasus kekerasan maupun intoleran,” tutup Ade.

Tags: , ,