Polisi Minta Pengadilan Tolak Praperadilan Terkait Kasus Warga Slawi Komentari Gibran

Polisi Minta Pengadilan Tolak Praperadilan Terkait Kasus Warga Slawi Komentari Gibran

Seperti yang diketahui, pada hari Selasa (30/03/2021) kemarin, Pengadilan Negeri Solo menggelar sidang perdana gugatan praperadilan yang diajukan Yayasan Mega Bintang 1997 terhadap Polresta Solo.

Dalam persidangan tersebut, tergugat meminta agar hakim menolak gugatan tersebut.

Melansir dari bengawannews hari Selasa (30/3/2021), dalam persidangan, AKP Ibnu Suka selaku kuasa hukum tergugat mengatakan, “Permohonan praperadilan cacat formal karena pemohon tidak mempunyai legal standing untuk mengajukan praperadilan ini”.

Pihaknya juga menilai bahwa permohonan praperadilan itu kabur, tidak jelas dan error in objecto.

Terkait dengan penilaian tersebut, Ibnu Suka memohon agar pengadilan menolak praperadilan tersebut.

Ibnu juga meminta agar seluruh beaya perkara dibebankan kepada pemohon.

Ibnu membacakan eksepsinya sebanyak 7 halaman di depan hakim tunggal, Sunaryanto.

Sementara itu, Sigit Sudibyanto selaku kuasa hukum Yayasan Mega Bintang 1997 menyampaikan bahwa ada beberapa fakta yang mulai terlihat dari penjelasan polisi di hadapan persidangan.

Salah satunya adalah keterangan yang menyebut bahwa Arkham Mukmin sebenarnya sudah menghapus komentarnya di media sosial.

Tetapi, polisi tetap mengundang Arkham untuk datang ke kepolisian.

Sigit mengatakan, “Ini kan aneh juga”.

Sigit menyebut, bahwa langkah yang dilakukan polisi tidak sesuai dengan surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Kapolri mengenai penanganan kasus Undang Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Saat pelaku sudah menghapus, seharusnya (kasus) selesai”, katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria berinisial AM, warga Slawi, Tegal diperiksa Polresta Solo usai berkomentar menyinggung Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di media sosial.

Komentar AM yang dipersoalkan menyinggung soal jabatan Gibran.

Diketahui, AM berkomentar pada sebuah postingan akun @garudaevolution yang membahas tentang Gibran yang meminta agar laga semifinal dan final piala Menpora digelar di Solo.

Pada hari Sabtu (13/3/2021) lalu, AM lewat akun Instagramnya @arkham_87 berkomentar, “Tau apa dia tentang sepakbola, taunya cmn dikasih jabatan saja”.

Apa yang disampaikan oleh AM dinilai mengandung unsur hoaks. AM pun telah diamankan oleh tim polisi virtual Polresta Solo.

Polisi baru melepaskan pria yang masih menempuh pendidikan di Yogyakarta itu setelah menghapus komentarnya dan meminta maaf. Permintaan maaf dibuat secara terbuka melalui akun resmi Instagram Polresta Surakarta, @PolrestaSurakarta.

AM meminta maaf karena telah menyinggung Gibran dan warga Kota Solo melalui video yang diunggah akun resmi Instagram @polrestasurakarta.

Tags: , ,