Polisi Tangkap Penyebar Hoax Omnibus Law, Pelaku Terancam 10 Tahun Penjara

Polisi Tangkap Penyebar Hoax Omnibus Law, Pelaku Terancam 10 Tahun Penjara

Pengunggah berita hoax tentang Omnibus Law UU Cipta Kerja ditangkap polisi. Pelaku adalah wanita berinisial VE (36) dan terancam pidana 10 tahun penjara. VE adalah pemilik akun Twitter @videlyae.

Polisi menjerat VE dengan pasal penyebaran berita bohong.

Dalam jumpa pers di Mabes Polri hari Jumat (9/10/2020) kemarin, Irjen Argo Yuwono -Kadiv Humas Polri- mengatakan, “Ini ancaman pidananya maksimum 10 tahun”.

Arjo menjelaskan bahwa VE dijerat dengan pasal 14 ayat 1 dan 2 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1046 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Polisi juga menyita barang bukti dari VE seperti ponsel dan kartu SIM ponsel dengan nomor 082189022047.

Di kesempatan sebelumnya, hari Kamis (8/10/2020) Argo juga menuturkan, “Dengan adanya hoax yang beredar, kemudian dari tim dari Cyber Crime Mabes Polri yang dipimpin oleh Brigjen Slamet Uliandi dan tim ya akhirnya melakukan pelacakan, melakukan penyelidikan, akhirnya menemukan, oh ternyata hoax ini ada yang upload. Jadi, setelah kita cek, adalah berada di Sulawesi Selatan, di daerah Makassar, lokasinya”.

Baca Juga:  Sri Mulyani: Omnibus Law Dapat Gerakkan Investasi

Argo juga menyebut tim menangkap VE di Makasar pada hari Kamis, 8 Oktober 2020. Penyebaran hoax itu disebut melalui akun Twitter VE.

Argo menjelaskan, “Dan kita menemukan adanya seorang perempuan yang melakukan, diduga melakukan, penyebaran yang tidak benar, itu ada di Twitter-nya @videlyae”

Keterangan yang sama juga disampaikan oleh Brigjen Awi Setiyono -Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri.

Dalam program Prime Talk Metro TV hari Kamis (8/10/2020) kemarin, Brigjen Awi Setiyono -Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri mengatakan, “Sudah ditangkap pelaku penyebar hoax terkait dengan Omnibus Law dari Makasar, sementara 1 orang”.

Seperti yang diketahui, berita hoax tentang UU Cipta Kerja memang menjadi sorotan oleh banyak pihak. Pasalnya, telah terjadi disinformasi yang membuat masyarakat tersulut emosi dan menggelar aksi unjuk rasa yang menjurus ke tindakan anarkistis.

Baca Juga:  KPK Periksa Eks Anggota DPRD Sumatera Utara Syamsu Hilal

Incoming search terms:

  • penyebar hoax omnibus law
Tags: , ,