Polres Sragen Bakti Sosial Dengan Penyaluran 10 Tangki Air

Polres Sragen Bakti Sosial Dengan Penyaluran 10 Tangki Air

Polres Sragen melakukan bakti sosial berupa penyaluran bantuan 10 tangki air kepada 10 dukuh di Desa Katelan dan Desa Dukuh, Kecamatan Tangen, Sragen, Rabu (30/9/2020).

Sepuluh desa penerima bantuan air bersih dari Polsek Sragen yang masing-masing satu tangki berkapasitas sekitar 6.000 liter tersebut antara lain Grabagan, Genengrejo, Brakbunder (Desa Katelan), Mangir, Pucung, Sidodadi, Banjarrejo (Desa Dukuh) dan lainnya.

Penyaluran bantuan air bersih itu dipimpin langsung Kapolres Sragen AKPB Raphael Sandhy Cahya Priambodo.

“Air sudah menjadi kebutuhan utama warga. Tapi, warga di sini selalu kekurangan air karena kekeringan. Ini sudah biasa terjadi setiap tahun, tepatnya saat musim kemarau. Itu sebabnya, kami bantu 10 tanki air bersih melalui program andum tirta kepada warga yang membutuhkan,” jelas Kapolres saat ditemui wartawan di lokasi.

Baca Juga:  Perkenalkan Seni Wayang Suket, 2 Seniman Muda Siap Tour 20 Kota/Kabupaten Se-Jawa

Sumur-sumur warga khususya yang tinggal di pedesaan di utara Sungai Bengawan Solo sudah mengering sejak Mei lalu. Untuk mencukupi kebutuhan air, warga terpaksa ngangsu ke sumur umum atau sendang yang berada di desa seberang. Biasanya warga ngangsu dengan membawa jeriken yang diangkut menggunakan sepeda motor.

“Setiap hari saya ngangsu sejauh sekitar 500 meter ke sebuah sendang di Desa Dukuh. Ini sumur di rumah sudah kering. Tidak ada air sejak Mei lalu. Hampir semua sumur warga kondisinya sama. Kalaupun ada air, jumlahnya sedikit sehingga tidak cukup untuk kebutuhan sehari,” papar Warsono, warga Sidodadi, RT 008, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Sragen.

Selain ngangsu ke sendang, warga juga mengambil air dari sumur Masjid Baitussalam Tangen. Untungnya, takmir masjid termegah di Tangen mengizinkan warga mengambil air dari sana.

Baca Juga:  Yuyuk Andriati Iskak Ditunjuk Sebagai (Plh) Kabiro Humas KPK

Bagi mereka yang memiliki banyak uang, mereka dapat membeli air seharga Rp 200.000 hingga Rp 300.000 untuk tangki 4.000 hingga 8.000 liter. Air yang dibeli warga biasanya disimpan di kolam yang terbuat dari terpal.

“Yang punya uang bisa beli air. Kalau saya, sayang punya uang segitu untuk beli air. Lebih baik saya ngangsu saja daripada keluar uang segitu,” terang Warsono.

Tags: , ,