Polresta Solo Ajukan 5 Alat Bukti di Sidang Praperadilan Kasus Warga Komentari Negatif Jabatan Gibran

Polresta Solo Ajukan 5 Alat Bukti di Sidang Praperadilan Kasus Warga Komentari Negatif Jabatan Gibran

Pada hari Kamis (01/04/2021), Pengadilan Negeri Solo kembali melanjutkan sidang permohonan praperadilan yang diajukan oleh Yayasan Mega Bintang 1997 terhadap Polresta Solo.

Kali ini sidang digelar dengan agenda untuk pemeriksaan bukti.

Sebagai pihak termohon, Polresta Solo mengajukan lima bukti kepada hakim tunggal Sunaryanto yang memimpin persidangan praperadilan tersebut.

Empat diantara lima bukti yang diajukan itu berupa surat. Salah satunya adalah Surat Edaran Kapolri nomor SE/2/11/2021 tentang Kesadaran Budaya Beretika untuk Mewujudkan Ruang Digital Indonesia yang Bersih, Sehat, dan Produktif.

Tidak hanya itu, termohon juga melampirkan Surat Kapolda Jateng nomor : ST/482/II/HUM 2.3/2021 tanggal 26 Februari 2021 dan Surat Perintah Kapolresta Surakarta Nomor: Sprint/125/II/HUM 6.1/2021 tanggal 1 Februari 2021.

Polisi juga menyerahkan surat pernyataan yang dibuat oleh Arkham Mukmin.

Salinan percakapan antara Arkham Mukmin dengan salah satu anggota polisi juga diajukan sebagai barang bukti.

Meski tidak mengajukan alat bukti, pihak pemohon yakin akan memenangkan persidangan.

Sigit Sudibyanto selaku kuasa hukum Yayasan Mega Bintang Solo 1997 mengatakan, “Pada intinya kami tetap optimis permohonan ini akan dikabulkan”.

Untuk informasi, Yayasan Mega Bintang Solo 1997 mengajukan permohonan praperadilan terkait langkah polisi yang memanggil AM, karena menulis komentar negatif terhadap Wali Kota Solo Gibran Rakabumung di sosial media.

AM dipanggil untuk diminta membuat surat pernyataan dan permintaan maaf.

Yayasan Mega Bintang Solo 1997 menilai langkah polisi itu tidak sesuai dengan surat edaran dari Kapolri.

Tags: , ,