Polresta Solo Digugat Soal Pria Komentari Negatif Jabatannya, Ini Kata Gibran

Polresta Solo Digugat Soal Pria Komentari Negatif Jabatannya, Ini Kata Gibran

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, LBH Mega Bintang Solo 1997 dan Yayasan Mega Bintang Solo Indonesia 1997 mengajukan gugatan praperadilan terkait dengan pria asal Slawi, Tegal, AM, yang diciduk polisi lantaran mengunggah komentar yang menyinggung Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Yayasan Mega Bintang Solo meminta Polresta Surakarta merehabilitasi dan memulihkan nama baik AM atas penangkapan itu.

Pada hari Selasa (23/3/2021) lalu, Boyamin Saiman selaku Ketua Yayasan Mega Bintang Solo 1997 menuturkan, “Nah, yang utama sebenarnya yang bersangkutan apa pun, menurut kami, menurut saya, itu ada potensi dia trauma karena apa pun sempat diambil dari tempatnya dan diberitakan kemudian bahkan minta maaf ditayangkan dalam bentuk video begitu”.

Boyamin mengatakan bahwa penangkapan AM oleh polisi bisa melekat erat di ingatan masyarakat.

Maka dari itu, ia meminta hakim membuat psikologi AM kembali seperti semula sehingga ia punya harkat dan martabat di mata manusia.

Untuk diketahui, AM berkomentar pada sebuah posting-an akun @garudaevolution yang bicara soal Gibran yang meminta agar laga semifinal dan final piala Menpora digelar di Solo.

Baca Juga:  Tinjau Masjid Sriwedari, Gibran Ungkap Dana CSR Seret Karena Covid-19

Pada hari Sabtu (13/3/2021) melalui akun Instagramnya, @arkham_87, AM berkomentar, “Tau apa dia tentang sepakbola, taunya cmn dikasih jabatan saja”.

Polisi lantas menangkap AM dengan menyebut bahwa komentar itu mengandung unsur hoax.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjutak menyampaikan, bahwa komentar AM dianggap mengandung unsur hoaks karena menyebut Gibran mendapat jabatan dari bapaknya, Presiden Joko Widodo. Menurutnya, komentar tersebut tidak benar karena Gibran menjabat Wali Kota Solo karena memenangkan Pilkada Kota Solo tahun 2020.

Pasalnya, pemilihan kepala daerah termasuk Gibran dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara yang sah.

Ade mengatakan, “Seperti kita ketahui Kepala Daerah (Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta) dipilih secara langsung oleh warga masyarakat Surakarta yang mempunyai hak pilih melalui mekanisme, tahapan dan proses Pilkada”.

AM lantas dipulangkan usai menghapus komentarnya tersebut. Polisi juga mengunggah video permintaan maaf Arkham di akun Instagram @PolrestaSurakarta.

Polri sebelumnya telah memberikan klarifikasi mengenai penangkapan AM itu. Polisi mengklaim bahwa AM yang justru mendatangi Kantor Polresta Surakarta untuk meminta maaf atas perbuatannya.

Baca Juga:  Akhir Pelarian Singkat Buron Teroris Nouval Farisi

Pada hari Rabu (17/3/2021) Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyampaikan, “Jadi yang bersangkutan (AM) datang sendiri itu datang ke Polres untuk meminta maaf”.

“Saya jelaskan ya, tidak ada yang diamankan di Polresta Solo”, katanya.

Ramadhan menyebut AM dengan inisiatifnya mendatangi Polresta Surakarta dalam rangka menyampaikan surat permohonan maaf. Dia kembali menegaskan bahwa AM tidak diamankan.

“Jadi yang bersangkutan (AM) itu datang ke Polres untuk meminta maaf dan di Polres membuat surat pernyataan permohonan maaf dan kasus selesai. Jadi tidak benar kalau yang bersangkutan diamankan,”

Terkait dengan hal itu, Gibran kembali menjelaskan bahwa gugatan tersebut tidak berkaitan dengan dirinya.

Pada hari Rabu (24/3/2021) kemarin, Gibran menegaskan, “Tanya Pak Kapolres”.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa dalam pemanggilan terhadap AM bukan atas laporan dirinya.

Ia juga mengaku telah memaafkan siapa saja yang telah berkomentar negatif kepadanya.

“Saya kan nggak pernah melaporkan. Saya sudah bilang, siapa pun saya maafkan”, ungkapnya.

Tags: , ,