Polresta Solo Digugat untuk Pulihkan Nama Baik Pria yang Komentari Jabatan Gibran

Polresta Solo Digugat untuk Pulihkan Nama Baik Pria yang Komentari Jabatan Gibran

Diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian menangkap warga Slawi bernama Arkham Mukmin atas dugaan hoaks tentang Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Arkham diciduk karena komentarnya di unggahan akun @garudarevolution.

Dalam kolom komen postingan itu, @arkham_87 mengkritisi Gibran soal sepak bola. Arkham menulis komentar, “”Tau apa dia tentang sepakbola, taunya cmn dikasih jabatan saja”.

Polisi menyebut bahwa komentar itu mengandung hoax.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjutak menyampaikan, bahwa komentar AM dianggap mengandung unsur hoaks karena menyebut Gibran mendapat jabatan dari bapaknya, Presiden Joko Widodo. Menurutnya, komentar tersebut tidak benar karena Gibran menjabat Wali Kota Solo karena memenangkan Pilkada Kota Solo tahun 2020.

Pasalnya, pemilihan kepala daerah termasuk Gibran dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara yang sah.

Ade mengatakan, “Seperti kita ketahui Kepala Daerah (Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta) dipilih secara langsung oleh warga masyarakat Surakarta yang mempunyai hak pilih melalui mekanisme, tahapan dan proses Pilkada”.

Arkham dipulangkan usai menghapus komentarnya tersebut. Polisi juga mengunggah video permintaan maaf Arkham di akun Instagram @PolrestaSurakarta.

Atas penangkapan pengolok Gibran di beberapa waktu lalu, Ketua Yayasan Mega-Bintang yakni Boyamin Saiman menggugat Polresta Solo.

Polisi diminta memulihkan nama baik AM alias Arkham Mukmin atas penangkapan itu.

Boyamin menyampaikan bahwa polisi wajib merehabilitasi nama baik Arkham. Pasalnya penangkapan tersebut dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas.

Pada hari Senin (22/3/2021) lalu, Boyamin menuturkan, “Meskipun meminta maaf dan dilepas, tapi ada proses psikologis yang harus dipulihkan”.

Ia menilai komentar Arkham soal Gibran di Instagram tak memenuhi kriteria hoaks atau pencemaran nama baik.

Boyamin berpendapat bahwa unggahan Arkham merupakan sebagai sebuah kritik.

Selain itu, penangkapan Arkham dilakukan tanpa ada laporan dari pihak Gibran. Padahal, Surat Edaran (SE) Kapolri No SE/2/II/2021 Nomor 3, huruf E menyebut polisi hanya bertindak jika ada laporan dari korban.

“Dalam posisi ini, Mas Gibran juga tidak melapor kepada polisi. Berarti dasar tindakan itu tidak ada karena tidak ada laporan kepada kepolisian,” jelasnya.

Boyamin juga mengkritisi penjemputan Arkham yang dilakukan aparat kepolisian dan meminta Polresta Solo membuka semua berkas penangkapan Arkham di pengadilan.

“Apa dalilnya kepolisian? Apakah itu penjemputan, pengamanan, atau penangkapan atau seperti keterangan Mabes Polri, dia datang atas dasar sukarela?”, katanya.

Tags: , ,