PPKM Mikro di Karanganyar, Pemkab Bentuk Pengendalian Zonasi

PPKM Mikro di Karanganyar, Pemkab Bentuk Pengendalian Zonasi

Seperti yang diketahui, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengeluarkan aturan PPKM Mikro sejak tanggal 9 hingga 22 Februari 2021.

PPKM Mikro diterapkan usai pemerintah menganggap PPKM di sejumlah wilayah Jawa-Bali sejak 11 Januari hingga 8 Februari tak efektif menekan penyebaran virus corona.

PPKM mikro juga hanya dilakukan untuk daerah dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.

Yakni, tingkat kematian di atas rata-rata nasional, tingkat kasus aktif di atas rata-rata nasional, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional, dan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit di atas 70%.

Bedanya, pada PPKM skala mikro, dilakukan pemantauan zona risiko Covid-19 hingga tingkat RT.

Megetahui hal tersebut, Bupati Karanganyar mengeluarkan instruksi dengan nomor 180/5 tahun 2021.

Baca Juga:  Anindya Bakrie Bertemu Gibran, Bahas Apa?

Zulfikar Haditz selaku Kepala Bagian Hukum Sekda Karanganyar menyebut bahwa ada beberapa poin yang membedakan dari pembatasan sebelumnya.

Seperti pola pengendalian yang berbentuk zonasi dalam basis RT/RW dan dipusatkan ke masing-masing kecamatan.

Pada hari Selasa (9/2/2021) kemarin, Zulfikar mengatakan, “Poinnya di wilayah sebaran dan satgas yang menangani”.

Lalu mengenai WFH (Work From Home) dan WFO (Work From Office) juga dibuat sama rata yang sebelumnya 75 persen WFH dan 25 persen WFO, kini menjadi 50-50 persen.

“Kami buat seimbang antara yang kerja di rumah dan di kantor,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap kepedulian dari lingkungan tetangga semakin diperkuat daripada sebelumnya.

“Diharapkan apabila ada tetangga yang dinyatakan positif Covid 19 lebih didukung secara moral dan materi”, jelasnya.

Baca Juga:  Terkait IPO Persis Solo, Gibran Minta Kaesang Tak Terburu-Buru

Intinya, dalam pembatasan kali ini lebih menyasar kepada komunitas masyarakat mikro sehingga akurasi penanganan lebih efektif.

“Jadi pantauan dan akurasi data sebaran dan status paparan covid 19 lebih akurat sehingga penanganannya akan lebih cepat dan efektif,” tambahnya.

Tags: , ,