Prabowo Dititahkan Jokowi Jadi ‘Bos’ Lumbung Pangan RI

Titah Jokowi Kepada Prabowo, Bos Sumber Pangan

Juru bicara Kementerian Pertahanan Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, memberikan penjelasan tentang program Food Estate yang belakangan digalakkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal ini dikatakan oleh Dahnil pada acara peluncuran buku “Ekonomi Pertahanan Menghadapi Perang Generasi Keenam Karya Laksdya TNI Agus Setiadji”, yang diadakan secara virtual, Selasa (07/07/2020).

“Hari ini Kemenhan (kementerian pertahanan) diberikan tanggung jawab oleh presiden sebagai leading sector untuk memperkuat food estate. Insya Allah hari Kamis Pak Menhan dan Pak Presiden akan meninjau lokasi di Kalimantan Tengah terkait rencana dengan food estate. Food estate ini akan menjadi logistik cadangan strategis bagi Indonesia yang nanti ditangani oleh prajurit TNI,” ujarnya.

Dia kemudian mengutip sebuah penyelidikan oleh The Economist pada 2017. Pada saat itu, The Economist menulis bahwa negara-negara dengan ketahanan pangan yang stabil sebenarnya berasal dari kawasan Eropa dan Amerika Utara. Sementara itu, Asia dan Afrika, yang sebenarnya lebih menyukai pertumbuhan dan industrialisasi sejak awal, justru meninggalkan sektor pertanian.

Sementara Eropa dan Amerika, lanjut Dahnil, kini telah memulai de-industrialisasi. Padahal, Eropa dan Amerika Utara sudah mulai memasuki ekonomi hijau dan sebagainya. Akhirnya, menurut dia, sektor pertanian mereka telah menerima subsidi skala besar. Sehingga ramalan The Economist pada tahun 2030, Eropa dan Amerika Utara sebenarnya akan memiliki ketahanan pangan yang kuat.

Baca Juga:  Perantara Suap Eks Bupati Kepulauan Talaud Dieksekusi KPK ke Sukamiskin

“Nah dalam perspektif itulah kita ingin mengubah ramalan itu. Sekarang era Covid-19, semuanya sadar betul ujung-ujungnya yang paling kita butuhkan adalah tempat tinggal dan pangan. Maka negara, dalam hal ini Presiden, Pak Menhan, merevitalisasi logistik kita, pangan kita melalui food estate itu. Itu kesadaran itu kemudian tumbuh di era Covid-19 ini secara baik,” kata Dahnil.

Sebelumnya, Jokowi memutuskan Kalteng sebagai kawasan food estate. Secara khusus, Jokowi memerintahkan sejumlah menteri untuk menggarap food estate secara bersama-sama.

Menteri-menteri yang terpilih tersebut adalah Prabowo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Rencana Jokowi ini diungkapkan Basuki dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI.

“Telah diputuskan Bapak Presiden, tadinya ada 3 alternatif di Sumatera Selatan, Merauke, dan Kalimantan Tengah. Diputuskan dipilih di Kalteng di eks lahan gambut. Tapi ini yang tidak ada gambutnya, ini adalah aluvial,” kata Basuki, Rabu (24/6/2020).

Baca Juga:  Kemendikbud Sebut 123 Mahasiswa Positif Covid-19 Pasca Demo UU Cipta Kerja

Ia menjelaskan, proyek ini bakal dikerjakan di sekitar Sungai Barito di atas lahan seluas 165 ribu hektare. Di kawasan tersebut, Basuki menjelaskan, sebenarnya terdapat potensi pembukaan lahan seluas 295.500 hektare, namun pihaknya kini masih fokus di 165 ribu hektare.

Selama ini, lahan 165 ribu hektare tersebut sudah pernah dibuka sebagai persawahan namun tak terawat dengan baik. Inilah yang akan dijadikan food estate.

“Jadi di bagian pinggir Sungai Barito sebanyak 165 ribu hektare. Di sana ada 165 ribu hektare eks kawasan gambut PLG yang berupa aluvial. Potensi wilayahnya 295.500 hektare, namun yang sudah dicetak sawah dan sudah ada jaringan irigasinya seluas 165 ribu hektare,” ujar Basuki.

“Dengan menggerakkan BUMN, Menhan juga termasuk untuk bisa ikut, karena menurut beliau, ini adalah program ketahanan non-militer,” lanjutnya.

Tags: , ,