Proyek Rawa Jombor Diperluas, Klaten Bakal Punya Arena Kuliner dan Gowes

Proyek pembangunan kawasan Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, tahun ini, menyasar ke sisi timur rawa berupa Plaza Kuliner serta jogging track.

Pembangunan kawasan Rawa Jombor Klaten dilakukan melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng). Sebagai informasi, kawasan Rawa Jombor di bawah pengelolaan Pemprov Jateng dan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Proyek pembangunan di sisi timur rawa itu sudah dimulai sekitar pertengahan September lalu. Pembangunan dilakukan memanfaatkan dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp6 miliar.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah (Jateng), Sinoeng Nugroho Rachmadi, mengatakan pada 2021 proyek pembangunan kawasan Rawa Jombor dilanjutkan.

Disporapar Jateng mengusulkan anggaran Rp10 miliar ke pemerintah pusat untuk melanjutkan pengembangan kawasan Plaza Kuliner Rawa Jombor. Selain itu, ada pelebaran area atau jalan di salah satu sisi rawa guna membuat jalur khusus sepeda.

Ruas jalan bakal dibangun jalur khusus sepeda itu berada di sisi barat rawa sepanjang 200 meter-300 meter. Pembangunan jalur khusus sepeda itu menyusul belakangan kawasan rawa diramaikan para pesepeda ketika hari libur atau akhir pekan tiba.

Baca Juga:  Libur Panjang, Pemkot Solo dan Pemkab Karanganyar Kerjasama Bangun Tim Monitor Tempat Wisata

“Ini menjadi satu parameter nanti teman-teman dari Kemen PUPR membangun jalur [khusus sepeda] mengelilingi rawa. Di sekeliling rawa itu jalan dilebarkan tetapi ada jalur khusus sepeda. Asyik tidak?” kata Sinoeng, Minggu (4/10/2020).

Terkait pembangunan Plaza Kuliner, Sinoeng membenarkan digunakan untuk pemindahan usaha warung apung di Rawa Jombor. Pemindahan dilakukan setelah Plaza Kuliner rampung dibangun.

Soal pendekatan ke pedagang warung apung, Sinoeng mengatakan harus berkomunikasi dengan Pemkab Klaten.

“Cara-cara kami untuk mengubah pola pikir tidak bisa sekadar di atas meja. Warung apung, rakit-rakit, dan karamba itu sudah lama. Bagaimana cara kami memberikan alternatif yang bisa dilihat dulu, ada contoh terlebih dahulu, seeing is believing. Kami harus melakukan pendekatan yang lebih soft dan humanistik,” tutur dia.

Kasi Pengembangan Kawasan Pariwisata Disporapar Jateng, Hendrawan Purwanto, mengatakan proyek pembangunan joglo Plaza Kuliner dan jogging track berada pada lahan sisi timur seluas 98 meter x 256 meter.

Baca Juga:  Operasi Zebra Candi 2020, Inilah Pelanggaran yang Akan Ditindak

Selain itu, ada pembangunan patung dengan desain sesuai karya pemenang lomba desain patung dan landmark typografi Rawa Jombor beberapa waktu lalu.

Sementara, rencana kelanjutan proyek tahun depan di antaranya untuk membangun joglo plaza kuliner, tempat parkir khusus sepeda motor, dan melanjutkan pembangunan patung.

Soal Plaza Kuliner, Hendrawan mengatakan berupa bangunan joglo. Tahun ini ada dua joglo yang dibangun dan tahun depan ada dua joglo. Pada joglo itu, ada ruang-ruang untuk jualan para pedagang. Selain itu, joglo dilengkapi ruang pertemuan.

Salah satu pengusaha warung apung di Rawa Jombor, Muh. Mukid, mengatakan rencana pemindahan warung apung ke daratan membuat para pengusaha ragu-ragu untuk memperbaiki warung mereka.

Namun, dia berharap rencana pemindahan warung apung ke daratan bisa ditinjau kembali.

Incoming search terms:

  • pemindahan warung apung rowo Jombor oktober
Tags: , , ,