Puluhan Orang Jadi Korban Arisan Fiktif Di Solo, Kerugian Ratusan Juta

Puluhan Orang Jadi Korban Arisan Fiktif Di Solo, Kerugian Ratusan Juta

Sebanyak 43 orang menjadi korban penipuan arisan online melalui grup Whatsapp. Para korban tergiur iklan via media sosial Instagram oleh influencer yang mengiklankan arisan tersebut.

Pada hari Senin (12/10/2020) kemarin, pengaduan terkait kasus ini sudah masuk ke Polresta Solo.

Penyelenggara arisan fiktif yang telah diadukan ke Polresta Solo itu berinisial A, warga asal Wonogiri.

Salah satu orang yang menjadi korban adalah NZ. Ia mengatakan bahwa bermula dari ia yang mengetahui ada postingan media sosial Instagram dari penyelenggara arisan.

NZ mengaku tertarik ikut arisan itu dengan alasan untuk menabung dan meringankan beban hidup dalam kondisi pandemi Covid-19.

Akhirnya ia mendaftar dan langsung dimasukkan grup Whatsapp dengan anggota sekitar 45 orang.

Baca Juga:  1 RT di Kelurahan Bumi Solo Karantina Wilayah

Kemudian ia berinteraksi secara online bersama peserta arisan lain yang kini menjadi korban.

NZ menjelaskan, “Sejak Juni lancar-lancar saja. Nilai arisan bervariasi mulai Rp 500.000 hingga Rp 10 juta hingga lelang arisan. Sistem arisan online ini sistem menurun juga. Banyak juga kami para korban yang tertipu lelang pemenang arisan”.

Ia menambahkan bahwa pada akhir September pelaku arisan diduga fiktif tersebut juga sempat meluncurkan jual arisan lelang. Namun, penyelenggara arisan tidak mengumumkan pemenang lelang.

Menurutnya, semestinya pemenang lelang arisan Rp 500.000 memperoleh Rp 900.000 tetapi si A ini malah menghilang.

Sebelum si A menghilang, pelaku sempat menyampaikan via grup Whatsapp bahwa ia sedang mengalami kesulitan masalah keuangan.

Baca Juga:  Operasi Zebra Candi 2020, Inilah Pelanggaran yang Akan Ditindak

Tetapi, pelaku memastikan akan menggantikan uang arisan itu. Lantas, ia bersama korban dan kuasa hukum dari LBH Soloraya mendatangi rumah pelaku untuk meminta klarifikasi dan jawaban.

Ternyata pelaku sudah menghilang bersama keluarganya.

“Katanya mau diselesaikan kekeluargaan tetapi seluruh nomor teleponnya tidak aktif. Terpaksa kami mengadukan ini ke polisi. Uang kami tidak sedikit, rata-rata belasan juta rupiah. Total sampai Rp 400 jutaan kerugian para korban,” ujar NZ.

Sementara itu, I Made Ridho -Kuasa hukum korban dari LBH Soloraya- menjelaskan bahwa pihaknya telah berkonsultasi dengan Polresta Solo terkait kasus arisan online ini.

Tags: , ,