Pungutan Pajak Transaksi Digital Makin Luas

Pemerintah Perluas Pungutan Pajak Transaksi Digital

Pemerintah RI telah menunjuk puluhan perusahaan digital asing untuk memungut, menyetor dan melaporkan pajak pertambahan nilai (PPN). Perusahan digital yang dimaksud nantinya akan menarik PPN sebesar 10% dari total transaksi. Kemudian mereka akan meyetor laporan setiap tiga bulan sekali.

“Penerapan PPN produk digital dari luar negeri juga diharapkan dapat menciptakan kesetaraan berusaha atau level playing field antar pelaku usaha,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung DPR/MPR RI, pada Selasa (1/9).

Alasan mengapa langkah ini dilakukan oleh pemerintah adalah karena penerimaan pajak mengalami penurunan selama pandemi Covid-19 berlangsung. Pendapatan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) turun 4,8% dari 532,9 trilliun rupiah pada realisasi PPN & PPnBM 2019 menjadi 507,5 trilliun rupiah pada realisasi PPN & PPnBM 2020.

Baca Juga:  2 Terpidana Kasus Eks Bupati Sidoarjo Dieksekusi ke Lapas Klas I Surabaya

Sejumlah perusahaan telah memungut PPN sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pemerintah RI. Perusahaan yang dimaksud memiliki nilai transaksi minimal Rp 600 juta per tahun atau 12 ribu pengakses per tahun.

Berikut daftar 37 perusahaan pemungut pajak PPN yang dibagi bertahap sebanyak 3 gelombang menurut peraturan menkeu no. 48/pmk.03/2020 Direktorat jenderal pajak:

Gelombang pertama per Agustus 2020: Amazon Web Service Inc, Google Asia Pacific Pte. Ltd, Google Ireland Ltd, Google LLC, Netflix International B.V, Spotify AB.

Gelombang kedua per September 2020: Facebook Ireland Ltd, Facebook Payments International Ltd, Facebook Technologies International Ltd, Amazon.com Service LLC, Audible Inc, Alexa Internet, Audible Ltd, Apple Distribution International Ltd, iktok Pte. Ltd, The Walt Disney Company (Southeast Asia) Pte. Ltd.

Baca Juga:  Karier Budi Budiman, Wali Kota Tasikmalaya yang Ditahan KPK Karena Suap

Gelombang ketiga yang direncanakan per 1 Oktober 2020: LinkedIn Singapore Pte.Ltd, McAfee Ireland Ltd, Mojang AB, Novi Digital Entertainment Pte. Ltd, PCCW Vuclip (Singapore) Pte. Ltd, Skype Communication SARL, Twitter Asia Pacific Pte. Ltd, Twitter International Company, Zoom Video Communication, Inc. PT Jingdong Indonesia Pertama, PT Shopee International Indonesia dan tambahan 9 perusahaan yang belum diumumkan.

Tags: , ,