Puskesmas Gambirsari Solo Tutup Sementara Imbas Satu Nakes Positif Covid-19

Puskesmas Gambirsari Solo Tutup Sementara Imbas Satu Nakes Positif Covid-19

Lantaran adanya satu tenaga kesehatan (nakes) puskesmas yang terkonfirmasi positif pada hari Minggu (25/10/2020) kemarin, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Solo menutup sementara operasional Puskesmas Gambirsari, Kelurahan Kadipiro, Banjarsari.

Penutupan tersebut berlangsung kurang lebih sepekan untuk keperluan tracing kontak.

Tetapi, jika hasil swab kontak erat nakes itu keluar lebih cepat, puskesmas bisa buka kembali lebih cepat.

Pada hari Minggu (25/10/2020) kemarin, Ahyani selaku Ketua Pelaksana Satgas Covid-19 Solo mengatakan, “Puskesmas (Gambirsari) ditutup sementara untuk menggelar tracing kontak. Pelayanan untuk sementara dialihkan ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Krembyongan”.

Sementara itu, Siti Wahyuningsih -Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo- juga membenarkan bahwa Puskesmas Gambirsari ditutup lantaran ada nakes yang positif Covid-19.

Baca Juga:  Dua Pegawai Terpapar Covid-19, ISI Solo Lockdown Seminggu

Ning sapaan akrab Kepala DKK Solo itu, menegaskan bahwa DKK siap memperbantukan nakes dari puskesmas lain apabila jumlah pasien Pustu Krembyongan yang menjadi lokasi pengalihan pasien membeludak.

Di sisi lain, pada Sabtu-Minggu (24-25/10/2020) kemarin, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo mencatat total ada tambahan 40 kasus baru konfirmasi positif Covid-19.

Dari 40 kasus tersebut, ada enam diantaranya adalah anak-anak. Bahkan, empat anak usianya masih bawah tiga tahun (batita). Masing-masing adalah bayi berumur 6 bulan, 1 tahun, 1 tahun, dan 2 tahun.

Mengenai domisili, kasus pada Sabtu, masing-masing seorang dari Joglo, Karangasem, Setabelan, Kadipiro, Kauman, Penumping, dan Joyotakan. Masing-masing dua orang dari Nusukan, Gilingan, Mojosongo, dan Jebres, serta tiga kasus dari Purwosari.

Baca Juga:  Bupati Karanganyar Tak Beri Ijin Gelar Pesta Kembang Api

Sedangkan tambahan pada hari Minggu, penjabarannya masing-masing seorang dari Bumi, Nusukan, Setabelan, Danukusuman, dan Panularan. Masing-masing dua orang dari Kelurahan Sewu, Jebres, dan Mojo, serta tiga orang dari Sumber. Lalu masing-masing empat orang, dari Mojosongo dan Banjarsari.

Sementara mengenai catatan kumulatif pasien suspek menyentuh 1.260 orang. Rincinya yakni 1.178 sembuh, 11 rawat inap dan 2 isolasi mandiri (suspek aktif), serta 68 suspek meninggal dunia.

Tags: , ,