Rahardian Azhar Dieksekusi KPK Ke Lapas Sukamiskin

Rahardian Azhar Dieksekusi KPK Ke Lapas Sukamiskin

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan, pihaknya telah mengeksekusi atau memindahkan lokasi penahanan atas nama terpidana Rahadian Azhar ke Lembaga Pemasyarakatan Klas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Menurut Ali, proses eksekusi tersebut dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK berdasarkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Yang bersangkutan (Rahadian Azhar) sebelumnya diketahui merupakan Direktur Utama (Dirut) PT Glori Karsa Abadi.

“Jaksa Eksekusi KPK Andry Prihandono, Jumat (23/10) kemarin telah melaksanakan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Bandung (Jawa Barat) No.32/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Bdg tanggal 23 September 2020,” kata Ali Fikri kepada wartawan di Jakatta. Senin (26/10/2020).

Baca Juga:  Kasus Ekspor Benih Lobster, KPK Geledah PT Aero Citra Kargo

“Telah dilakukan eksekusi atas nama terpidana Rahadian Azhar yang berkekuatan hukum tetap (inkrah) yaitu dengan cara memasukkan (menjebloskan) terpidana (Rahadian Azhar) ke Lembaga Pemasyarakatan Klas I Sukamiskin Bandung untuk menjalani pidana selama 1 tahun dan 6 bulan dikurangi selama berada dalam tahanan,” jelasnya.

Sebelumnya terpidana Rahadian diberitakan dinyatakan telah bersalah melakukan korupsi dengan memberikan hadiah kepada Wahid. Selain itu, Rahadian juga dibebani membayar pidana denda sebesar Rp 50 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.

Majelis hakim menyatakan terdakwa Rahadian terbukti memberikan suap kepada Wahid berupa sebuah mobil merek Mitsubishi Pajero Sport dengan nomor polisi B-1187-FJG berwarna hitam.

Baca Juga:  Berkas Lengkap, Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin Segera Disidang

Menurut Majelis Hakim, pemberian tersebut diduga dilakukan sehubungan dengan bantuan yang diberikan oleh Wahid kepada Rahadian untuk menjadikannya sebagai mitra koperasi di Lapas Madiun dan Lapas Pamekasan (Jawa Timur) serta Lapas Indramayu (Jawa Barat) serta sebagai mitra industri percetakan di Lapas Sukamiskin Bandung.

Sementara itu, KPK sebelumnya pada 16 Oktober 2019 telah menetapkan empat tersangka lainnya, yaitu dua mantan Kalapas Sukamiskin masing-masing Deddy Handoko (DH) dan Wahid Husein (WH), Tubagus Chaeri Wardana (TCW) alias Wawan swasta atau warga binaan dan Almarhum Fuad Amin Imron, mantan Bupati Bangkalan, Jawa Timur.

Tags: , ,