Ramai Soal Jam Malam di PSBB, Ini Respon Ganjar

Ramai Soal Jam Malam di PSBB, Ini Respon Ganjar

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tidak membatasi jam operasional usaha kuliner seperti warung makan, hik, pusat kuliner dan kafe selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) atau PSBB Jawa-Bali. Waktu operasional usaha kuliner sesuai jam operasional masing-masing.

FX Hadi Rudyatmo selaku Wali Kota Solo mengatakan, “Yang kami batasi itu kegiatannya. Bukan wilayahnya”.

Meski usaha kuliner tidak dibatasi jam operasionalnya, Pemkot mengatur tentang jumlah pembeli yang boleh makan atau minum di tempat.

Dalam ketentuan tersebut, pembeli yang boleh menikmati hidangan di tempat yakni hanya 25 persen dari total kapasitas tempat.

Terkait jam malam pada penerapan PPKM, Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah juga turut angkat bicara.

Baca Juga:  Bhayangkara Solo FC Usulkan Musim Kompetisi 2020 Disudahi

Ganjar menegaskan bahwa tempat usaha apapun diizinkan buka selama masa PPSBB, namun dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Ganjar menegaskan bahwa pada intinya yang tidak diperbolehkan adalah kerumunan.

Masyarakat juga harus tetap memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan di manapun mereka berada.

Hal tersebut disampaikan oleh Ganjar dalam acara Focus Group Discussion pada hari Senin (11/1/2021) kemarin.

Ganjar mengatakan, “Kan intinya boleh buka asalkan tidak berkerumun. Awalnya seperti itu. Namun karena sulit diatur maka akhirnya jam operasionalnya dibatasi melalui kebijakan PPKM”.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan mengenai surat edaran atau SE terbaru Wali Kota Solo yang tidak jadi membatasi jam buka usaha kuliner maksimal pukul 19.00 WIB selama PSBB Jateng diberlakukan.

Baca Juga:  Solo Raya Tak Kompak Hadapi Covid-19, Ini Respons Gibran

Menurutnya, tidak ada larangan orang melakukan kegiatan selama PSBB Jateng, termasuk di Solo.

Ganjar menuturkan, “Seharusnya orang tidak berpatokan pada apa kegiatan yang dilarang. Tapi bagaimana protokol kesehatan bisa diterapkan. Jika bepergian tidak pakai masker atau berkerumun, nanti bisa kena operasi. Itu yang dilarang”

Tags: , ,