Rapid Test Mandiri di Karanganyar Turun Jadi Rp 150.000

Tarif Rapid Test di RSUD Karangayar Turun

Pada hari Senin (6/7/2020) lalu, Kementerian Kesehatan menerbitkan surat edaran bernomor HK.02.02/I/2875/2020.

Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa batasan tertinggi untuk tarif rapid test mandiri adalah Rp150.000. Aturan tersebut berlaku bagi pemohon test secara mandiri dan faskes diminta untuk mengikuti aturan yang diterapkan oleh pemerintah.

Dengan demikian RSUD Karanganyar mematuhi aturan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan tersebut. RSUD Karanganyar memutuskan untuk menurunkan biaya rapid test mandiri yang semula Rp 400.000 menjadi Rp 150.000.

Pada hari Kamis (16/7/2020) kemarin, Cucuk Heru Kusumo -Direktur Utama RSUD Karanganyar- menegaskan bahwa adanya penurunan biaya rapid test. Penurunan biaya rapid test sendiri sudah diterapkan sejak surat edaran dari Kemenkes diterima.

Baca Juga:  Satgas Covid-19 Solo: Ada Pelaku Hajatan yang Bikin Aturan Sendiri!

Cucuk menuturkan, “Untuk penurunan tarif sudah dilaksanakan sejak tanggal 9 kemarin. Nilainya sama dengan yang ditetapkan Kemenkes sebesar Rp150.000”.

Ia mengakui bahwa belum ada kebijakan jelas untuk mengatur subsidi penurunan tarif rapid test di tempatnya. Namun mengenai subsidi, untuk menutup beban biaya bahan sekali pakai saat melakukan rapid tes dilakukan oleh manajemen rumah sakit.

Meski biaya rapid test sudah diturunkan, ia mengatakan belum ada lonjakan permohonan dari masyarakat.

“Untuk pemohon rapid test belum ada yang bertambah atau kenaikan signifikan. Relatif belum berubah” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Purwati, menuturkan, mencermati materi dan akan berkonsultasi dengan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karanganyar sekaligus Bupati Karanganyar, Juliyatmono, terkait edaran aturan tarif maksimal untuk rapid test mandiri di rumah sakit.

Tags: , ,