Ratusan APK Pilkada Solo 2020 Diturunkan Bawaslu Karena Salahi Aturan

Ratusan APK Pilkada Solo 2020 Diturunkan Bawaslu Karena Salahi Aturan

Tim gabungan dari Satpol PP dan Bawaslu Kota Solo menurunkan sebanyak 155 Alat Peraga Kampanye (APK) milik kedua paslon Wali Kota Solo dan Wakil Wali Kota Solo yakni Gibran Rakabuming Raka dan Terguh Prakosa serta paslon Bagyo Wahyono dan FX Supardjo.

Hal tersebut dilakukan sesuai dengan aturan KPU dan Perwali Nomor 2 Tahun 2009 tentang white area atau zona terlarang pemasangan atribut parpol dan ormas.

Muh Muttaqin selaku Komisioner Bawaslu Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga menjelaskan, bahwa dari catatan Bawaslu total ada sebanyak 260 APK, tetapi yang diturunkan 155 APK.

Pada hari Selasa (17/11/2020) kemarin, Muttaqin mengatakan, “Kami tetap seperti kemarin, yang melanggar Perwali no 2/2009 yang kita utamakan lepas. Kami lakukan pencopotan spanduk yang tidak direkomendasikan KPU”.

Baca Juga:  Bawaslu Solo : Kasus HRS dan Pendaftaran Paslon di KPU itu Yurisdiksi yang Berbeda

Seperti yang diketahui, pelepasan APK yang terpasang di titik-titik terlarang sudah dilakukan tiga kali, dari hasil tersebut APK milik paslon nomor urut 01 Gibran-Teguh menjadi APK yang paling banyak diturunkan.

Muttaqin menambahkan, “Masih sangat didominasi dari paslon nomor 01”.

Untuk informasi, sesuai dengan Perwali Nomor 2 Tahun 2009 pelepasan APK yang melanggar aturan-aturan berlokasi di area terlarang, antara lain yakni Jalan Protokol, tempat ibadah, sekolah, dipasang di pohon, dan lainnya.

Muttaqin menjelaskan, “APK baik baliho, spanduk umbul-umbul yang kita turunkan. Sasaran jangkau sampai kelurahan, sampai jalan antar kabupaten. Kami mulai dari Jalan Provinsi, Jalan Protokol dari Ir. Sutami, Juanda, Kapten Mulyani, Veteran, sampai Baron”.

Muttaqin juga menyebut bahwa APK yang telah diturunkan tersebut nantinya akan dimusnahkan setelah gelaran Pilkada sudah selesai.

Baca Juga:  Partai Gerindra Berkomitmen Target Kemenangan Untuk Gibran-Teguh 92 Persen

Di sisi lain, Didik Anggono selaku Sekretaris Satpol PP Solo mengatakan bahwa ada dua tim yang bertugas melakukan penertiban APK.

Setiap timnya terdiri dari 20 personel yang menyasar di bagian utara dan selatan Jalan Slamet Riyadi.

Didik menuturkan, “Pedoman kami dalam melakukan penertiban APK adalah Perwali Nomor 2 Tahun 2009 dan aturan KPU. Titik lokasi pelanggaran atas rekomendasi Bawaslu dan Panwascam. Kami tinggal melalukan penertiban”.

Berdasarkan data dari Satpol PP, jumlah APK yang sudah diturunkan sejak tanggal 12 Oktober dan 14 Oktober 2020 sejumlah 164 APK dan untuk Selasa kemarin sebanyak 155 APK.

Tags: , ,