Ratusan Bangunan Bakal Terdampak Proyek Rel Layang Palang Joglo

Ratusan Bangunan Bakal Terdampak Proyek Rel Layang Palang Joglo

Seperti yang diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bersama Kementerian Perhubungan berencana akan mengerjakan proyek elevated rail (rel layang) untuk mengurai kemacetan yang ada di kawasan Simpang Joglo, Solo.

Rel layang yang direncanakan sepanjang 3 kilometer tersebut melintasi Stasiun Solo Balapan, viaduk Gilingan, dan simpang Joglo.

Namun, dalam proyek tersebut diperkirakan ada ratusan bangunan yang akan terdampak.

Pada hari Jumat (05/03/2021) kemarin, Hendro Pramono -Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Solo- mengatakan, “Saat ini kami terus melakukan pendataan”.

Menurutnya, proyek tersebut akan berdampak terhadap ratusan bangunan yang ada di lima kelurahan.

Pihaknya merinci ada sebanyak 71 bangunan di Kelurahan Joglo yang bakal terdampak.

Sedangkan Kelurahan Nusukan jumlahnya lebih banyak, yakni mencapai 290 bangunan.

“Untuk di kelurahan lain masih kami data”, tambahnya lagi.

Terkait dengan peta daerah yang bakal terdampak oleh proyek elevated rail itu telah ditentukan oleh Kementerian Perhubungan sejak beberapa waktu lalu.

Sedangkan untuk lokasi dan bangunan yang terdampak masih harus menunggu pendataan dan penetapan dari Gubernur Jawa Tengah.

Hanya saja, pihaknya belum membicarakan terkait soal ganti rugi.

“Pastikan hitungannya jika penentuan lokasinya sudah ditetapkan,” jelasnya.

Penentuan tersebut juga akan memperhitungkan mengenai status tanah yang digunakan.

Sebagian besar bangunan yang terdampak berada di atas lahan milik PT KAI.

Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, telah melakukan rapat koordinasi terkait pembangunan elevated railway bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara virtual, pada hari Kamis (4/3/2021).

Dalam rapat koordinasi tersebut, Menhub Budi Karya menargetkan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan elevated railway dilaksanakan pada Juli 2021.

Rencananya, rel layang itu akan dikerjakan satu jalur terlebih dahulu dengan waktu kontruksi selama 18 bulan. Pemkot Solo memperkirakan, proyek tersebut membutuhkan pembebasan lahan mencapai sekitar 19 ribu meter persegi.

“Kami sudah menghitung lagi luas tanah yang harus ditertibkan. Ini Pak Camat dan Pak Lurah langsung gerak semua supaya targetnya Pak Budi Karya tadi Juli bisa ground breaking,” kata Gibran.

Tags: , ,