Razia Masker dan Protokol Kesehatan Solo Bakal Sasar Area Perkampungan

Razia Masker dan Protokol Kesehatan Solo Bakal Sasar Area Perkampungan

Untuk meningkatkan kedisiplinan warga dalam penerapan protokol kesehatan. Tim Cipta Kondisi Solo berencana akan memperluas sasaran untuk razia masker.

Sebelumnya razia hanya menyasar jalanan kota dan area publik saja, namun kini tim berencana bakal memperluas operasi pada area-area perkampungan warga.

Arif Darmawan selaku Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo menegaskan bahwa razia beberapa pekan terakhir terbukti efektif untuk meningkatkan kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan.

Masyarakat Solo semakin patuh mengenakan masker, cuci tangan, tidak berkerumun, serta protokol kesehatan lainnya.

Pada hari Rabu (30/9/2020) kemarin, Arif menuturkan, “Mulai ada penurunan jumlah pelanggar, mayoritas masyarakat sudah mengenakan masker saat keluar rumah”.

Baca Juga:  Operasi Masker Siap Sasar Perkampungan di Solo

Namun, kondisi sebaliknya justru terjadi pada kawasan perkampungan. Banyak warga yang tidak memakai masker saat mereka berada dalam lingkungan dekat rumah.

Untuk hal ini, Tim Cipta Kondisi akan melibatkan Satlinmas guna melakukan patroli terlebih dahulu.

Apabila ke depan terdapat wilayah Solo yang sering mengabaikan penerapan protokol kesehatan, tidak menutup kemungkinan akan ada razia masker pada area permukiman.

Arif menambahkan, “Rapat bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menunjukkan adanya klaster baru yang muncul pada pemukiman (perkampungan). Ini harus segera diantisipasi, salah satu upayanya dengan penindakan dan pencegahan soal protokol kesehatan”.

Sementara itu, pada hari yang sama, Satgas Penanganan Covid-19 Solo juga mencatat penambahan 12 kasus baru. Penambahan tersebut empat diantaranya berasal dari uji swab mandiri, sementara sisanya adalah dari tracing kontak kasus sebelumnya.

Baca Juga:  Hotel Bintang 4 dengan Pemandangan Kampung Batik Sudah Dibuka

Ahyani -Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo- menjelaskan bahwa delapan kasus hasil tracing kontak itu berasal dari lima induk kasus.

“Dinas Pariwisata (Dispar) tambah dua orang dari 30-an pegawai yang menjalani uji swab. Per Kamis (1/10/2020) ini, kantornya sudah bisa buka lagi. Dua kasus baru ini akan kami lanjutkan tracing,” imbuh Ahyani.

Tags: , ,