Respon Anggota DPRD Solo Soal Praktik Jual Beli Daging Anjing di Solo

Respon Anggota DPRD Solo Soal Praktik Jual Beli Daging Anjing di Solo

Organisasi perangkat daerah atau OPD Kota Solo yang terkait dengan praktik jual beli daging anjing, diminta oleh anggota DPRD Kota Solo untuk bersikap proaktif.

Pasalnya, berdasarkan Dog Meat Free Indonesia Coalition (DMFI), praktik pemotongan anjing untuk dikonsumsi di Kota Solo disebut mencapai angka 13.700 ekor per bulan.

Selain itu ada 85 warung makan penyaji menu daging anjing.

Pada hari Rabu (28/4/2021), Ginda Ferachtriawan selaku anggota Komisi I DPRD Solo mengatakan, “Saya minta kepada dinas-dinas terkait di lapangan untuk mencari kebenaran datanya. Jadi jangan asal punya inisiatif tidak ada alasan untuk melarang, tidak ada regulasi melarang. Ini kita bicara data 13.700 ekor per bulan”.

Menurutnya, berdasarkan data DMFI ada lima anjing yang disembelih per warung setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Dengan angka yang terbilang besar, Ginda meminta kepada Pemkot untuk mencari solusi.

Ginda menjelaskan, “Pemkot bisa hadir untuk mencari solusi. Kalau belum bisa melarang, terkait regulasi yang ada. Ya paling tidak mencari data, menata bagaimana sebaiknya peredaran daging anjing dilakukan. Ini harus sudah dilakukan dinas”.

Ia bercerita tentang pasar khusus daging kuliner ekstrem di Tomohon, Sulawesi.

Ia juga menyampaikan, “Ketika mereka bicara tak ada regulasi, lah yang nyumet mercon saja kita tertibkan kok bila dirasa mengganggu. Ketika jumlah peredaran daging anjing ada info sangat banyak. Lah cari info dari mana asalnya, peternakan bukan”.

Berdasarkan hasil pengecekan OPD Ginda berharap bisa menjadi bahan bagi Wali Kota untuk mengambil kebijakan.

“Dinas-dinas coba dicek. Dari mana anjing segitu banyak per bulan. Sehingga kepala daerah bisa berikan solusi,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Koalisi DMFI mendesak Pemkot Solo untuk segera membuat Peraturan Daerah (Perda) terkait larangan menjual dan mengkonsumsi daging anjing.

Menanggapi hal tersebut, Gibran Rakabuming Raka selaku Wali Kota Solo menjelaskan bahwa telah menerima masukan tersebut, namun pihaknya mengaku butuh waktu untuk mengkajinya.

Pada hari Rabu (21/4/2021), Gibran menuturkan, “Saya kaji dulu ya, bentar. Sarannya (DMFI) sudah masuk. Saya terima masukannya semua”.

Tags: , ,