Rilis Kasus, Polresta Solo Juga Gunakan Penerjemah Bahasa Isyarat

Rilis Kasus, Polresta Solo Juga Gunakan Penerjemah Bahasa Isyarat

Ada hal menarik dalam kegiatan rilis kasus yang digelar oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Solo pada hari Kamis (18/2/2021) kemarin, yakni pelibatan dari seorang penerjemah yang bertugas untuk mengalihbahasakan semua pernyataan yang diberikan oleh polisi dalam bahasa isyarat.

Penerjemah bahasa isyarat itu tersebut adalah seorang guru dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Solo yakni Dwi Susanti.

Dwi mengaku deg-degan karena baru kali pertama menjadi penerjemaah di lingkungan kepolisian.

Dwi mengatakan, “Baru pertama kalinya ikut kegiatan bersama polisi”.

Untuk informasi, saat itu Polresta Solo sedang menggelar jumpa pers terkait penangkapan belasan kurir narkoba.

Dwi bertugas untuk menerjemahkan pernyataan polisi dalam bahasa isyarat agar bisa dipahami oleh para penyandang disabilitas.

Baca Juga:  Proyek Revitalisasi Jembatan Mojo Sudah Dimulai, Hanya Kendaraan Roda 2 yang Bisa Lewat

Ia mengaku sudah memiliki pengalaman 3 tahun sebagai pengajar di SLB Negeri Solo.

Dwi menyebut sempat kesulitan dalam menjalankan tugas sebagai penerjemah isyarat dalam rilis yang disampaikan oleh polisi.

“Banyak istilah hukum yang digunakan,” ujarnya.

Padahal, kosa kata di bidang hukum jarang digunakan di sekolah. Hal tersebut membuat Dwi harus meminta waktu kepada polisi untuk mempelajari dulu rilis yang akan disampaikan.

Sementara itu, Mushowir selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SLB Negeri Solo menyampaikan bahwa tantangan masyarakat tuna rungu saat pandemi memang cukup berat.

Selama ini mereka terbiasa memahami perkataan lawan bicara melalui gerak bibir.

Mushowir menuturkan, “Saat pandemi seperti sekarang ini semua orang menggunakan masker”.

Baca Juga:  Proyek Revitalisasi Jembatan Mojo Sudah Dimulai, Hanya Kendaraan Roda 2 yang Bisa Lewat

Hal tersebut membuat penyandang tuna rungu akan lebih nyaman dengan bahasa isyarat.

Terpisah, AKBP Deny Heriyanto -Wakil Kepala Polresta Solo- juga menyampaikan bahwa pihaknya memang baru memulai penggunaan bahasa isyarat dalam kegiatan jumpa pers.

“Kami berharap penyandang disabilitas mampu memahami pemberitaan dari kepolisian lewat transleter ini,” papar dia.

Tags: , ,