Rizieq Pulang, Apa Kabar Kasus Hukumnya?

Kembalinya imam besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, pada 10 November kemarin ke tanah air menimbulkan pertanyaan besar dari beragam pihak terkait kasus hukum yang menjeratnya. Setelah meninggalkan Indonesia dan menetap di Arab Saudi selama 3 tahun, banyak pihak mempertanyakan apakah kasus hukumnya akan kembali diusut oleh Polri? Sebagaimana diketahui, Rizieq tersandung tuduhan berlapis, mulai dari kasus pornografi, pelecehan budaya, pelecahan agama, hingga pelecehan simbol negara.

Melansir dari sebuah sumber, pengamat hukum Universitas Indonesia (UI) Chudry Sitompul menilai kasus hukum yang dituduhkan kepada Rizieq tidak lantas batal hanya karena dirinya berada di negara lain. Dia menegaskan bahwa selama belum ada SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan), kasusnya akan terus berjalan.

Kalaupun ada SP3 atau dihentikan investigasinya, kasus ini bisa dibuka kembali asalkan ada bukti-bukti baru dan jika Rizieq merasa tidak terima dengan kasus yang menjeratnya, dirinya bisa mengajukan praperadilan. Dalam hal  ini, Chudry berharap polisi bisa lebih transparan jika kasus Rizieq ditindaklanjuti lagi sehingga bisa menghilangkan persepsi buruk pada kepolisian.

Baca Juga:  Bawaslu Solo : Kasus HRS dan Pendaftaran Paslon di KPU itu Yurisdiksi yang Berbeda

Catatan kasus yang menjerat Rizieq sebelum dirinya meninggalkan Indonesia diantaranya kasus dugaan obrolan pronografinya bersama Firza Husein yang menyeruak. Saat itu Rizieq ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya namun kemudian dihentikan melalui SP3.

Tepat lima tahun lalu di tahun 2015, Rizieq diadukan Angkatan Muda Siliwangi ke Polda Jawa Barat karena memplesetkan salam dalam Bahasa Sunda, ‘sampurasun,’ namun prosesnya dihentikan oleh Polda Jawa Barat. Selain itu dirinya juga menjadi tersangka kasus dugaan penodaan Pancasila yang dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri pada Oktober 2016 silam dan kembali penyelidikan kasus ini diberhentikan oleh kepolisian.

Melansir situs bbc.com, pada bulan Desember 2016, saat umat Nasrani merayakan hari Natal, dirinya juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh pimpinan pusat Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI) atas hinaannya yang mengatakan ’kalau Tuhan itu beranak, bidanya siapa?’. Pernyataan Rizieq yang diucapkan saat ceramah itu dianggap menodai ajaran keyakinan umat Nasrani. Namun kasus ini tidak ada kelanjutannya.

Baca Juga:  Novel Baswedan Ikut Pimpin Satgas Penangkapan Menteri Edhy Prabowo

Sementara itu, dilansir dari cnnindonesia.com, Polri bakal melakukan koordinasi lebih lanjut terkait kasus-kasus yang menjerat pimpinan FPI itu meski Polri sudah menerbitkan SP3.

“Kalau status perkaranya HRS (Inisial Rizieq Shihab), kami sedang koordinasikan. Bagaimana nanti hasilnya, tentu kami tunggu dari penyidik,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (4/11).

Tags: , ,