Rumah Difabel Meong Gelar Kampanye Untuk Kucing

Yayasan Rumah Difabel Meong, yang mewadahi komunitas pecinta hewan khususnya kucing, berencana menggelar kampanye langsung ke kampung-kampung untuk melawan. Hal ini dikarenakan adanya penembakan dan penganiayaan terhadap kucing, dengan berbagai alasan, masih terus terjadi di wilayah Surakarta. Harapannya hal ini dapat segera memberikan kesadaran juga kepada masyarakat.

“Dua minggu terakhir, terjadi tiga kali penembakan pada kucing di Karanganyar. Makin marak dan makin banyak yang kami catat, mewajibkan kami melakukan kampanye maraton dan turun ke kampung kampung. Karena penembakan tidak terjadi di mal, cafe, hotel dan tempat mewah lainya. Penembakan terjadi dî kampung kampung,” ujar Ning Yulia, pendiri Rumah Difabel Meong kepada Timlo.net, Sabtu (26/9) malam.

Baca Juga:  Pemkot Surakarta Beserta Elemen Masyarakat Serukan Anti Kekerasan dalam Beraspirasi

Ning memaparkan, perlawanan para pecinta kucing berbentuk edukasi kepada masyarakat. Yang pertama adalah seruan bahwa kucing adalah bagian dari ekosistem dan bisa hidup berdampingan dengan manusia secara damai.

Kedua, menyiksa termasuk menembak kucing adalah perbuatan melawan hukum yang bisa dipidana. Saat ini, satu kasus pidana masih berproses di Polres Karanganyar, seorang warga Colomadu diperiksa atas tuduhan melanggar Pasal 302 KUHP tentang penganiayaan terhadap binatang.

“Yang ketiga, kami sadar tidak semua orang tergerak untuk mencintai kucing. Tetapi, setidaknya jika tidak cinta, janganlah benci,” imbuhnya.

Minggu (27/9) siang nanti, Rumah Difabel Meong akan menggelar kampanye di pendapa Kelurahan Joyotakan, Pasarkliwon, Solo. Kampanye dimulai pukul 08.00 dengan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, juga digelar pengobatan massal untuk 50 ekor kucing.

Tags: , ,