Rupiah Diprediksi Melemah

Pada perdagangan hari Jumat (17/7/2020) mata uang rupiah diprediksi bergerak di rentang Rp14.565 – Rp14.700 per dolar AS.

Pada perdagangan Kamis (16/7/2020) nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 37 poin atau 0,26 persen ke level Rp14.625 per dolar AS.

Saat itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,01 poin atau 0,014 persen ke level 96,095 pada pukul 14.54 WIB. Pada Jumat (17/7/2020) pagi, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang meningkat 0,28 persen menjadi 96,346.

Baca Juga : Bos BI: 4 Langkah Ini Perlu Dilakukan agar Indonesia Tak Alami Resesi
Kemarin, data yang diterbitkan Bank Indonesia menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.632 per dolar AS, melemah 16 poin atau 0,11 persen dari posisi Rp14.616 pada Rabu (15/7/2020).

Baca Juga:  2 Terpidana Kasus Eks Bupati Sidoarjo Dieksekusi ke Lapas Klas I Surabaya

“Hari ini pasar berpotensi terpapar profit taking. Rupiah diprediksi bergerak di rentang Rp14.565 – Rp14.700,” papar Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang dalam laporan hariannya, Jumat (17/7/2020)

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) meyakini pergerakan nilai tukar rupiah tetap terkendali sesuai dengan fundamental.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan rupiah secara point to point pada kuartal II/2020 mengalami apresiasi 14,42 persen dipengaruhi aliran masuk modal asing yang cukup besar pada Mei dan Juni 2020.

Data BI menunjukkan aliran modal asing dalam bentuk investasi portofolio pada triwulan II 2020 mencatat net inflows sebesar 10,2 miliar dolar AS.

Meskipun mengalami apresiasi secara point to point, rupiah secara rerata mencatat depresiasi 4,53 persen akibat level yang masih lemah pada April 2020.

Tags: ,